Rerie Dorong Pemanfaatan Arsip Nasional Jadi Bahan Ajar Sejarah Kontekstual

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Istimewa

Rerie Dorong Pemanfaatan Arsip Nasional Jadi Bahan Ajar Sejarah Kontekstual

Muhamad Marup • 28 August 2026 17:47

Jakarta: Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual. Hal ini penting sebagai bagian upaya menjawab tantangan di masa depan.

"Kekayaan arsip nasional tidak boleh hanya dipandang sebagai dokumen yang tersimpan di rak, melainkan harus menjadi pengetahuan yang dapat diakses luas oleh masyarakat, terutama sebagai sumber pembelajaran yang otentik," ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 28 Agustus 2026.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Kamis (27/8), menandatangani Nota Kesepahaman dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Langkah ini dibarengi dengan penyerahan arsip statis Kemendikdasmen, termasuk naskah national statement Mendikdasmen dalam Sidang Umum UNESCO ke-43.

Rerie menilai kerja sama tersebut merupakan momentum strategis untuk mendorong peningkatan pemanfaatan arsip nasional sebagai bahan pembelajaran sejarah yang hidup dan kontekstual. Menurutnya, penguatan memori kolektif bangsa melalui arsip adalah kunci untuk menjawab tantangan masa depan.

Lestari Moerdijat: Pendidikan Nonformal Gerbang Darurat bagi Jutaan Anak Bangsa

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Rerie). Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Ia menambahkan, berdasarkan catatan ANRI pada 2025, nilai pengelolaan arsip Kemendikdasmen mencapai 98,14 dengan tingkat digitalisasi arsip mencapai 98,09. Capaian tersebut, merupakan modal strategis untuk mengintegrasikan arsip ke dalam kurikulum.

"Arsip memiliki peran yang luar biasa untuk mengungkap berbagai fakta di masa lalu," jelas Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu juga mendorong agar kolaborasi serupa dapat terus diperluas dan diikuti oleh kementerian dan lembaga lainnya. Ia optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan kemasan yang kreatif, arsip nasional akan menjadi "dokumen hidup" yang tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan pembangun karakter generasi penerus bangsa.

"Penggunaan sumber sejarah yang kuat, diperlukan agar masyarakat tidak terus-menerus berdebat mengenai sejarah bangsa sendiri tanpa dasar dokumentasi yang memadai. Dengan arsip, kita membangun peradaban," pungkas Rerie.

(Muhamad Marup)