Kolaborasi Polri-Petani Hasilkan Panen Raya Jagung 5,7 Ton

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo berbicara dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (ANTARA/HO-YouTube Divisi Humas Polri)

Kolaborasi Polri-Petani Hasilkan Panen Raya Jagung 5,7 Ton

Achmad Zulfikar Fazli • 1 July 2026 14:58

Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan hasil panen raya jagung kolaborasi antara Polri dan petani sejak 2025 hingga kuartal II 2026 mencapai 5,7 ton. Kolaborasi ini bentuk partisipasi Polri dalam mengakselerasi program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

“Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” ujar Listyo dalam upacara peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, dilansir dari Antara, Rabu, 1 Juli 2026.

Listyo mengatakan Polri menjalankan sejumlah program untuk mendukung swasembada pangan. Di antaranya melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan himpunan bank milik negara (Himbara) untuk memfasilitasi kredit usaha rakyat (KUR) bagi petani.

Selain itu, Polri memfasilitasi 30 kelompok tani (poktan) di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektare. Hasil panen mencapai 18.960 ton.

“Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektare,” ujar Listyo.


Ilustrasi panen petani. Foto- MI/Novi Adavid

Dia mengungkapkan Polri juga menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik Presisi berbahan eceng gondok, dan pengembangan mobile rotary dryer. Polri telah mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang, pengembangan Pupuk Presisi berbasis batu bara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri.

“Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan,” ujar Listyo.

(Achmad Zulfikar Fazli)