Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.
Pramono Ungkap Penyempitan Aliran Sungai Jadi Penyebab Banjir Jakarta
Rahmatul Fajri • 23 January 2026 16:39
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan hasil pantauan lapangannya terkait penyebab banjir yang merendam ratusan RT di Ibu Kota sejak Kamis, 22 Januari 2026. DKI 1 menilai penyempitan aliran sungai atau bottleneck menjadi salah satu kendala utama yang membuat debit air hujan tidak mampu dialirkan secara maksimal.
Pramono mengatakan Kali Cakung Lama yang ia tinjau langsung pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, perlu tindakan drastis. Yakni, berupa normalisasi untuk memperluas penampang sungai.
"Memang salah satu persoalan yang ada adalah bottleneck atau penyempitan di beberapa sungai yang harus dinormalisasi. Saya sudah menyetujui secara prinsip untuk dilakukan normalisasi di Sungai Cakung Lama," ujar Pramono dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 23 Januari 2026.
Selain masalah infrastruktur, Pramono menyoroti fenomena cuaca ekstrem yang melanda Jakarta. Data menunjukkan curah hujan pada Januari 2026 jauh di atas rata-rata, dengan puncak tertinggi pada 18 Januari yang mencapai 267 mm per hari.
Merespons kondisi tersebut, Pramono mengatakan Pemprov Jakarta memutuskan untuk memperpanjang operasi modifikasi cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026. Langkah ini diambil guna memecah awan hujan sebelum masuk ke wilayah daratan Jakarta.
.jpg)
Petugas Gulkarmat Jakbar mengevakuasi warga terdampak banjir di Jakbar. Foto: Antara.
Pramono memastikan ketersediaan anggaran untuk operasi ini sangat mencukupi. Saat ini, rata-rata tiga penerbangan penyemaian awan dilakukan setiap hari oleh tim gabungan.
"Kami sudah siapkan anggaran untuk OMC selama 30 hari, jadi tidak ada hambatan dana. Kami juga tengah merumuskan SOP penanganan banjir di tiap wilayah terdampak agar proses evakuasi dan pengeringan bisa lebih cepat," sebut Pramono.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta hingga pukul 11.00 WIB, tercatat 132 RT dan 16 ruas jalan masih tergenang air. Di beberapa titik, ketinggian air dilaporkan mencapai lebih dari satu meter.