Sekjen Baru Kemenkeu Diminta Atasi Kebocoran Penerimaan Negara

Robert Leonard Marbun resmi menjadi Sekjen Kemenkeu menggantikan Heru Pambudi. Foto: tangkapan layar YouTube Kemenkeu.

Sekjen Baru Kemenkeu Diminta Atasi Kebocoran Penerimaan Negara

Husen Miftahudin • 29 March 2026 19:08

Jakarta: Pengamat ekonomi meminta Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Robert Leonard Marbun untuk bisa mengatasi kebocoran penerimaan negara.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menilai Robert adalah orang yang tepat dengan segudang pengalaman. Salah satu tantangan yang harus ia hadapi nanti adalah membongkar praktik lama yang menggerogoti penerimaan negara.

Pelantikan Robert dinilai bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Adanya tekanan geopolitik global menjadikan posisi ini menjadi kunci untuk menjaga stabilitas fiskal nasional.

"Keinginan Purbaya ini adalah orang yang sudah memiliki pengalaman yang mumpuni di bidangnya. Sekjen itu tangan kanan menteri. Di situ letak strategisnya. Apalagi sekarang kondisi global lagi tidak stabil, harga minyak naik, tekanan fiskal pasti terasa," kata Ibrahim dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.

Menurut dia, persoalan paling krusial justru berada di dalam negeri atau kepabeanan, tepatnya di pintu-pintu masuk perdagangan seperti pelabuhan dan bandara. Ibrahim pun menyoroti praktik mafia kepabeanan yang dinilai masih marak dan sulit diberantas, karena banyaknya 'pintu' dalam rantai distribusi membuat pengawasan menjadi lemah.

"Masalah terbesar itu di pelabuhan. Banyak kebocoran. Ini bukan rahasia lagi. Bahkan dari pengalaman dan berdiskusi dengan mantan pejabat, di situ memang paling sulit," ujar dia.
 

Baca juga: Menkeu Purbaya Ungkap Ada Oknum ‘Nakal’ di Balik Coretax Lelet


(Gedung Kemenkeu. Foto: dok Kemenkeu)
 

Pembenahan sistem


Lebih lanjut Ibrahim menjelaskan, pola permainan yang terjadi cenderung sistemik. Ketika satu jalur diawasi, jalur lain tetap berjalan. Bahkan dalam banyak kasus, praktik tersebut dilakukan secara kolektif.

"Pintu satu ditutup, pintu lain jalan. Ini sudah berjamaah. Jadi bukan soal satu-dua orang, tapi sistemnya yang harus dibenahi," tegas dia.

Ibrahim optimistis, jika Sekjen baru mampu memperbaiki tata kelola, khususnya di sektor kepabeanan dan pajak, maka dampaknya akan signifikan terhadap penerimaan negara.

"Kalau ini bisa dibenahi, potensi kenaikan pendapatan pajak itu besar. Tapi kalau tidak, ya akan stagnan seperti biasa," tutur Ibrahim.

Di sisi lain, keberhasilan Sekjen baru ini juga akan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan internal birokrasi, terutama dalam membangun integritas di seluruh level. Menurutnya, kultur organisasi di kementerian sangat ditentukan oleh pimpinan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)