Kisah Warga Petogogan Menantang Banjir dan Menanti Normalisasi Kali

Posko Siaga Bencana Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Kisah Warga Petogogan Menantang Banjir dan Menanti Normalisasi Kali

Muhammad Iqbal Sidiq • 5 May 2026 17:16

Jakarta: Pagi di kawasan Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali diwarnai dengan genangan air akibat luapan Kali Krukut, Selasa, 5 Mei 2026. Wilayah yang secara topografi berada di kawasan cekungan ini seolah sudah akrab dengan banjir.

Namun, intensitas hujan yang kini tak menentu memaksa warga untuk terus memutar otak demi bertahan hidup di tengah ancaman luapan sungai.

“Di sini dari dulu ya, malah dulu ada siklus lima tahunan yang terlalu besar. Sekarang ini intensitasnya makin sering, banjirnya tidak seperti dulu. Kalau dulu bisa diprediksi gede-gedenya Januari atau Februari, sekarang tidak tentu," ujar Ketua RW 03 Petogogan, Samsudin, kepada Metrotvnews.com.
 


Di tengah kepanikan evakuasi mandiri, ada pemandangan menarik di gerbang masuk kampung. Ratusan motor warga berjajar rapi di area yang lebih tinggi. Fenomena ini bukan tanpa alasan, anak muda di RW 03 memiliki inisiatif rutin untuk mengamankan 500 hingga 700 unit motor milik tetangga mereka demi menghindari kerusakan mesin.

Aksi heroik ini ternyata sebuah tradisi turun-temurun sejak era 1970-an yang dijaga secara sukarela oleh pemuda setempat. Mereka berjaga semalam suntuk untuk memastikan aset warga tetap aman.

“Jadi setiap hujan itu warga tuh sudah taruh, kita bantu rapikan dan jaga sampai pagi. Ini semua juga sukarela, kita enggak patok harus bayar berapa-berapa,” tutur Muhamad Ihwan, salah seorang pemuda RW 03.

Banjir tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga melumpuhkan napas ekonomi warga. Para pelaku usaha rumahan, seperti jasa laundry dan warung sembako, terpaksa berhenti beroperasi. 

Mereka harus berjibaku memindahkan barang-barang berharga ke lantai dua sesaat setelah air mulai merangkak naik.

Bagi Khalifah, pemilik usaha laundry yang akrab disapa Mamah Ipah, banjir berarti kerja ekstra demi menjaga kepercayaan pelanggan. Ia harus sigap memastikan pakaian milik orang lain tidak tersentuh air keruh.

“Iya ini semua (pakaian dan peralatan laundry) saya naik-naikan, ke atas meja, ke lantai dua. Pokoknya harus tanggung jawab,” ucap Khalifah.

Pihak Kelurahan Petogogan terus mengimbau warga agar tetap waspada, terutama terhadap potensi korsleting listrik saat banjir melanda. Di sisi lain, pemerintah setempat tengah mengawal rencana besar normalisasi Kali Krukut dengan target pelebaran sungai hingga 10-12 meter.


Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Petogogan, Dedy Ardiansyah. Foto: Metro TV/Muhammad Iqbal Sidiq.

Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Petogogan, Dedy Ardiansyah, berharap proyek strategis ini bisa segera terealisasi untuk mengakhiri penderitaan tahunan warga di kawasan cekungan tersebut.

“Mudah-mudahan kita berharap akhir tahun ini sudah ada yang dikerjakan dan mudah-mudahan segera rampung juga di tahun depan (2027),” ujar Deddy.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)