Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah. (Metro TV/ Udin Ali Nani)
Pelaku Belum Ditangkap, Korban Pencabulan Ponpes di Pati Takut Lapor Polisi
Udin Ali Nani • 7 May 2026 09:27
Pati: Pencabulan yang diduga dilakukan oleh Ashary, oknum pengasuh Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, menyisakan kepedihan bagi keluarga korban. Sejumlah korban bahkan ragu melapor karena pelaku belum ditangkap.
"Menunggu pelaku ditangkap dulu baru berani," kata salah satu orang tua korban berinisial KH di Pati, Kamis, 7 Mei 2026.
KH juga mengaku sempat membantu aktivitas di pondok pesantren tersebut. Bahkan, ia sempat terpengaruh doktrin pelaku hingga mengikuti berbagai perintah yang diberikan.
KH bersama delapan korban sempat melaporkan kasus ini ke polisi. Namun, tiga korban mengurungkan niatnya, sementara lima lainnya melanjutkan laporan.
Seiring waktu, tiga dari lima korban tersebut kembali mencabut laporan karena merasa takut. "Sebenarnya banyak yang ingin melapor, tapi mereka takut," ucap KH.
Menurut KH, selama berada di bawah pengasuhan Ashary, diduga sudah banyak santriwati yang menjadi korban. Modus yang dilakukan antara lain memanggil santriwati ke kamar dengan alasan membantu memijat, hingga dalih mengajarkan mengaji.
"Kalau malam kadang santri putri disuruh pijat ke kamarnya kiai dan kalau malam salah satu santri putri diajak acara selawatan sampai larut malam," ujar KH.
Aktivitas tersebut kerap berlangsung hingga larut malam. Dalam beberapa kesempatan, korban bahkan diminta menginap di kamar pelaku.
Kecurigaan mulai muncul setelah anak KH bercerita kepada keluarga bahwa dirinya sering dipanggil ke kamar pelaku dan diminta melakukan hal-hal yang tidak pantas. Korban juga mengaku perlakuan serupa dialami oleh sejumlah santriwati lainnya.
.jpg)
Kemarahan warga dengan menggeruduk Ponpes Ndolo Kusumo Pati. MI
Awalnya KH tidak percaya dengan pengakuan tersebut. Namun, setelah mendatangi sejumlah santriwati lain bersama pengurus pondok, ia menemukan keterangan mereka serupa dengan pengakuan anaknya.
"Ternyata satu per satu pengakuan anak-anak yang saya datangi, cocok dengan yang disampaikan anak saya," ungkapnya.
KH berharap polisi segera menangkap pelaku agar kasus ini dapat terungkap secara terang dan pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, polisi masih terus memburu keberadaan pelaku. Keberadaan Ashary masih belum diketahui.