Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis. Foto: Antara
MUI Dukung Penuh Proses Hukum Kasus Pencabulan di Pati
M. Iqbal Al Machmudi • 6 May 2026 15:39
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung proses hukum terduga pelaku pencabulan santri. Pencabulan terjadi di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ndolo Kusumo Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
"Agar lebih aman lembaga pendidikan dan juga dipercaya oleh masyarakat," kata Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis, dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 6 Mei 2026.
MUI menegaskan siapapun yang melakukan pelanggaran, harus ditindak. Apalagi, berkaitan dengan penyiapan generasi yang akan datang di lembaga pendidikan.
Ke depannya, kata dia, perlu ada tindak lanjut sebagai preventif dari lembaga. Terutama, terkait pengawasan terhadap lembaga pendidikan.
Cholil menyebut hal itu perlu, untuk mengintensifkan pelaksanaan pendidikan yang baik. Sekaligus, mewaspadai dari penyimpanan-penyimpanan di dalam penyelenggaran pendidikan.
Cholil mencontohkan Majelis Masyayikh di bawah Kementerian Agama, yang diintensifkan untuk melakukan monitoring terhadap lembaga pendidikan, termasuk pada pesantren. Agar, sesuai dengan program perundang-undangan, sesuai dengan etika, sesuai dengan tujuan berbangsa dan bernegara.
"Kita ingin hidup di Indonesia ini ke depan bisa lebih baik dengan generasi-generasi kita yang baik dan berharap kepada masyarakat terus memantau terhadap lembaga-lembaga pendidikan, kepada kita semua untuk melihat jika ada penyimpanan-penyimpanan dimanapun," ujar dia.

Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis. Foto: Antara
Ia berharap ke depan tidak terjadi lagi penyimpangan seperti di Pati. Cholil berharap Allah SWT melindungi Bangsa Indonesia.
"Dan anak-anak kita menjadi generasi emas yang akan datang," kata Cholil.