Gelar 10 OTT Dalam Setahun, KPK: Polanya Korupsinya Sama

Juru bicara KPK Budi Prasetyo. Foto: Antara.

Gelar 10 OTT Dalam Setahun, KPK: Polanya Korupsinya Sama

Candra Yuri Nuralam • 20 March 2026 09:21

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menggelar sepuluh operasi tangkap tangan (OTT) dalam setahun. Semua perkara yang diusut berpola sama.

"Polanya pun serupa, modus yang sama kerap terjadi berulang. Mulai dari suap proyek, pemerasan, jual beli jabatan, sampai gratifikasi," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo melalui keterangan tertulis, Jumat, 20 Maret 2026.

Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (AUL) menjadi pejabat terakhir yang ditangkap KPK. Selain modus suap sampai pemerasan, para kepala daerah yang ditangkap kebanyakan menyalahgunakan kuasa.

"Jika ditarik benang merahnya akan merujuk pada penyalahgunaan kewenangan. Hal ini menunjukkan bahwa celah korupsi tidak hanya terletak pada sistem, tetapi juga pada integritas individu yang menjalankannya," ujar Budi.

Budi meminta para pejabat tidak sembarangan menggunakan kuasanya. Sepuluh OTT terakhir diharap menjadi alarm untuk bekerja dengan serius.

"Sehingga, serangkaian persoalan ini harus menjadi peringatan keras sekaligus sinyal untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh. Tidak hanya memperkuat tata kelola, tetapi juga membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan publik," ujar Budi.

Gedung Merah Putih KPK. Foto: Metrotvnews.com/Candra.

KPK memastikan bakal menggencarkan pendidikan antirasuah untuk meningkatkan integritas pejabat. Harapannya, kata Budi, agar tindakan rasuah serupa tidak terulang.

"Sebagai bagian dari upaya tersebut, KPK terus menggencarkan strategi pendidikan dan peran serta masyarakat. Melalui Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat, KPK terus menginisiasi Program Percontohan Kabupaten/Kota Antikorupsi yang dilaksanakan bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan Ombudsman Republik Indonesia," tutur Budi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)