Penampakan proses evakuasi truk pembawa crane yang tersangkut di JPO Tendean, Jaksel. Foto: Antara.
Truk Pembawa Crane Berhasil Dievakuasi dari Bawah JPO Tendean
Anggi Tondi Martaon • 14 July 2026 14:32
Jakarta: Truk pengangkut alat berat berhasil dievakuasi dari bawah jembatan penyeberangan orang (JPO) Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, yang ambruk. Evakuasi dilakukan setelah 12 jam sejak truk tersebut tersangkut.
Suasana tegang saat deru mesin mobile crane berpadu dengan instruksi para petugas yang terus bersahutan saat proses evakuasi truk yang tersangkut di JPO. Proses evakuasi juga disaksikan masyarakat sekitar memperhatikan rangka besi JPO yang ambruk.
Sebagian rangka besi dan atap jembatan roboh usai dihantam kendaraan bertonase besar tersebut. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati demi menghindari kerusakan yang lebih besar.
Sementara itu, seorang petugas Dinas Bina Marga DKI menggunakan tali sling crane untuk memasang pengait pada rangka besi JPO yang tersangkut. Dengan penuh kehati-hatian, ia memastikan kait terpasang kuat agar proses pengangkatan dapat dilakukan dengan aman.
Proses itu disambut lega para petugas yang sejak pagi berjibaku di lokasi kejadian. Selama proses evakuasi berlangsung, aparat gabungan dari TNI, kepolisian, dan Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan berada di sekitar lokasi.
Demi kelancaran pengangkatan material JPO, dua ruas Jalan Kapten Tendean ditutup sementara. Arus kendaraan dialihkan hingga seluruh proses evakuasi selesai dan kondisi di sekitar lokasi dinyatakan aman.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengerahkan personel dan menerapkan rekayasa pengalihan arus lalu lintas guna mengurai kemacetan parah di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados menjelaskan langkah ini diambil menyusul adanya insiden truk pengangkut alat berat jenis ekskavator pengebor yang tersangkut di jembatan penyeberangan orang (JPO) kawasan tersebut. Sehingga menyisakan satu lajur jalan yang dapat dilintasi.
.jpg)
Penampakan truk pembawa crane tersangkut di JPO Tendean. Foto: Antara.
"Anggota kami sudah bersiaga di lapangan sejak subuh untuk melakukan pengaturan arus kendaraan bagi masyarakat yang mulai beraktivitas pagi ini. Secara tidak langsung, arus kendaraan masih kami upayakan mengalir lewat lajur dua dan lajur tiga secara bergantian," ujar Robby.
Guna mencegah penumpukan kendaraan yang telah mengular hingga ke Simpang Kuningan (HR Rasuna Said) dan Warung Buncit, Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah langkah taktis penanganan arus di lapangan, yakni menutup sementara akses naik ke layang Kapten Tendean dari arah Hotel Mercure.
Selain itu, pengendara dari arah Tendean yang hendak menuju Senopati dialihkan sementara untuk masuk ke jalur Warung Buncit lalu diarahkan belok kiri; pengendara dari arah Kapten Tendean menuju Blok M diarahkan lurus ke Jalan Mampang Prapatan Raya, berputar balik di putaran (U-turn) terdekat, untuk kemudian belok kiri kembali ke arah Tendean.
Robby menambahkan, rekayasa lalu lintas secara menyeluruh berlaku penuh pada pukul 08.30 WIB setelah melewati puncak kepadatan awal keberangkatan kerja. Selain pengaturan lalu lintas, kepolisian bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mempersiapkan proses evakuasi truk berukuran besar tersebut.
"Karena insiden ini melibatkan struktur JPO, kami harus mendatangkan mobil derek besar (crane). Kami jadwalkan survei dan proses evakuasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB demi keamanan konstruksi jembatan," ujar Robby.