Iran Apresiasi Niat Mediasi RI, Namun Tolak Negosiasi dengan AS

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi. Foto: Metrotvnews.com

Iran Apresiasi Niat Mediasi RI, Namun Tolak Negosiasi dengan AS

Muhammad Reyhansyah • 3 March 2026 05:26

Jakarta: Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Indonesia yang berupaya menjadi mediator dalam meredakan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Meski menyambut positif sinyal tersebut, Dubes Boroujerdi mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada langkah konkret maupun perkembangan lebih lanjut terkait inisiatif mediasi yang dijajaki. 

“Kami apresiasi niat baik yang disampaikan oleh Pemerintah Republik Indonesia. Tetapi sampai dengan saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal tersebut,” ujar Dubes Boroujerdi dalam press briefing di kediamannya, Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Ia juga mengaku belum dapat memastikan apakah upaya yang tengah dijajaki Indonesia akan memberikan dampak signifikan terhadap situasi yang berkembang.

“Kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” kata Dubes Boroujerdi.

Dalam pernyataan yang lebih tegas, Dubes Boroujerdi menyatakan Iran tidak membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat, yang disebutnya sebagai pihak yang melancarkan permusuhan terhadap negaranya.

“Bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami, yaitu Amerika Serikat,” tegasnya.

Ia mempertanyakan komitmen Washington terhadap kesepakatan internasional, merujuk pada pengalaman masa lalu yang menurut Iran menunjukkan kurangnya kepatuhan Amerika Serikat terhadap perjanjian yang telah disepakati.

“Dikarenakan apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan,” ujar Dubes Boroujerdi.

Sebelumnya,  Kementerian Luar Negeri RI melalui unggahan X pada Sabtu, 28 Februari 2026 menegaskan kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak sebagai mediator konflik Iran dan AS demi menjamin stabilitas kawasan.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis pernyataan tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)