Presiden Tegaskan Indonesia Harus Siap Menghadapi Segala Kemungkinan Terkait Timur Tengah

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Foto: Antara/Fathur Rochman.

Presiden Tegaskan Indonesia Harus Siap Menghadapi Segala Kemungkinan Terkait Timur Tengah

Anggi Tondi Martaon • 4 March 2026 03:37

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan kondisi global. Hal itu disampaikan Kepala Negara menyusul perkembangan situasi konflik Timur Tengah (Timteng) yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam diskusi dan silaturahmi kebangsaan yang dihadiri oleh sejumlah Presiden dan Wakil Presiden terdahulu, mantan Menteri Luar Negeri, serta Ketua Umum partai politik di Istana Merdeka, Selasa malam, 3 Maret 2026.

"Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi, kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan," kata Sugiono dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.

Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra itu menyatakan dirinya telah memerintahkan Duta Besar RI di Teheran untuk mengambil langkah. Salah satunya evakuasi apabila terdapat warga negara Indonesia (WNI) yang menghendaki untuk dipulangkan. 

Dia mengatakan tidak seluruh WNI di wilayah terdampak menyatakan keinginan untuk dievakuasi. Namun, terdapat sebagian WNI di Iran yang bersedia untuk dievakuasi sehingga proses pemulangan dilakukan secara bertahap.

Sugiono menyampaikan bahwa situasi ke depan masih akan berkembang. Menurut Sugiono, pemerintah akan terus mencermati dinamika yang terjadi.

Terkait upaya diplomatik, Sugiono mengungkapkan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dalam komunikasi tersebut, dirinya menyampaikan bahwa Indonesia menyesalkan atas gagalnya perundingan yang berujung pada eskalasi situasi konflik di kawasan tersebut.

Presiden Prabowo Subianto menggelar makan malam bersama Presiden dan Wapres terdahulu serta eks Menlu dan ketum parpol. Foto: BPMI Setpres.

Dalam komunikasi tersebut, Sugiono juga menegaskan bahwa Indonesia memegang prinsip penghormatan terhadap integritas dan kedaulatan wilayah suatu negara serta pentingnya kembali ke meja perundingan guna meredakan ketegangan.

Selain itu, Sugiono juga menyampaikan keinginan Presiden Prabowo untuk berperan sebagai mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di kawasan tersebut.

"Kami menyampaikan lagi keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," kata Sugiono.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)