Ilustrasi rupiah. Metrototvnews.com/Eko Nordiansyah
Rupiah Dibuka ke Rp17.754/USD Rabu Pagi
Eko Nordiansyah • 17 June 2026 09:17
Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah justru tertekan saat dolar AS melemah usai kesepakatan damai AS-Iran tercapai.
Mengutip data Bloomberg, Rabu, 17 Juni 2026, rupiah berada di level Rp17.754 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 29 poin atau setara 0,16 persen dari Rp17.725 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp17.715 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.690 per USD pada pembukaan perdagangan kemarin.
Baca Juga :
Dolar AS Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga Fed
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Rupiah fluktuatif, berpotensi menguat
Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi rupiah pada perdagangan Rabu akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali menguat. Mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak di rentang Rp17.690 per USD hingga Rp17.728 per USD.Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen Washington dan Teheran yang mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz, meredakan kekhawatiran inflasi dan menekan dolar AS.
Kerangka kerja perdamaian, yang diharapkan akan ditandatangani secara resmi akhir pekan ini, telah memicu penurunan tajam harga minyak dan meningkatkan sentimen risiko di pasar global.
"Investor menunggu rincian tentang waktu implementasi perjanjian tersebut karena kedua negara mengatakan gencatan senjata permanen masih perlu dinegosiasikan," ungkap Ibrahim.
Di sisi lain, lanjut Ibrahim, perang dagang kembali bergemuruh setelah rencana AS untuk mengganjar tarif impor baru terhadap sejumlah produk Indonesia berpotensi menekan kinerja ekspor produk manufaktur nasional.
"Tidak hanya mengurangi daya saing produk di pasar AS, kebijakan tersebut juga berisiko memengaruhi utilisasi pabrik, investasi, hingga penyerapan tenaga kerja di sektor tersebut," papar dia.