Sejumlah pelajar membantu warga saat penyaluran bantuan air bersih di kawasan lereng Gunung Sumbing Desa Bansari, Bulu, Temanggung, Jateng, Rabu, 27 September 2023. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym
12 Kecamatan di Temanggung Masuk Wilayah Rawan Kekeringan
Silvana Febiari • 1 June 2026 12:39
Temanggung: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi dampak musim kemarau. Fokus penanganan diarahkan pada potensi krisis air bersih dan kekeringan agar kebutuhan warga dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
"Berdasarkan pemetaan yang telah kami lakukan, terdapat 12 kecamatan yang masuk wilayah rawan kekeringan dan menjadi prioritas penanganan," kata Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto, dilansir dari Antara, Senin, 1 Juni 2026.
Sejumlah daerah yang berpotensi terdampak kekeringan, yakni Pringsurat, Kaloran, Bulu, Kandangan, Selopampang, Tlogomulyo, Tembarak, Kranggan, Bejen, Candiroto, Gemawang, dan Jumo. Totok menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah penanganan berupa penyaluran air bersih apabila terjadi kekeringan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, katanya, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus dilakukan agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran. Langkah itu telah dilakukan sejak awal April 2026, di mana BPBD mengirimkan surat edaran kepada para camat dan kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Sejumlah pelajar membantu warga saat penyaluran bantuan air bersih di kawasan lereng Gunung Sumbing Desa Bansari, Bulu, Temanggung, Jateng, Rabu, 27 September 2023. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Temanggung terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pihaknya juga telah menyiapkan langkah penyaluran bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang mulai terdampak kekeringan.
Pihaknya hingga saat ini belum melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat karena belum ada wilayah terdampak kekeringan, "Hingga saat ini belum ada wilayah yang mengalami kekeringan meskipun intensitas hujan mulai berkurang pada 2026. Kondisi di lapangan masih terpantau aman dan belum ditemukan daerah yang mengalami krisis air bersih," ungkapnya