JICA dan AIDHM Resmikan ARCH Plus, Perkuat Manajemen Kesehatan Bencana ASEAN

JICA dan AIDHM meluncurkan ARCH Plus untuk memperkuat kapasitas manajemen kesehatan bencana di seluruh negara ASEAN. (JICA)

JICA dan AIDHM Resmikan ARCH Plus, Perkuat Manajemen Kesehatan Bencana ASEAN

Willy Haryono • 1 July 2026 13:40

Yogyakarta: Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) dan ASEAN Institute for Disaster Health Management (AIDHM) resmi meluncurkan proyek ASEAN Regional Capacity Development on Disaster Health Management through AIDHM (ARCH Plus) untuk memperkuat kapasitas manajemen kesehatan bencana di negara-negara ASEAN.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Record of Discussion (R/D) oleh Kepala Perwakilan JICA Indonesia Takeda Sachiko dan Kepala AIDHM Prof. Yodi Mahendradhata di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM), Yogyakarta, Selasa (30/6).

Penandatanganan dihadiri perwakilan JICA Indonesia, AIDHM, dan UGM, sementara Kementerian Kesehatan RI serta perwakilan JICA Headquarters mengikuti secara daring.

ARCH Plus merupakan kelanjutan dari proyek ARCH1 dan ARCH2 yang dijalankan dalam kerja sama teknis ASEAN-Jepang sejak 2016 hingga 2026. Selama satu dekade terakhir, program tersebut berfokus pada penguatan koordinasi kawasan, peningkatan kapasitas tim medis darurat, serta pengembangan mekanisme kolaborasi dalam penanganan kesehatan saat bencana.

Melalui ARCH Plus, AIDHM akan mendukung seluruh negara anggota ASEAN dalam memperkuat kapasitas manajemen kesehatan bencana melalui penelitian, pendidikan, pelatihan, dan pertukaran pengetahuan sesuai Plan of Action of ASEAN Leaders Declaration on Disaster Health Management (ALDDHM).

Pusat Pengetahuan Regional ASEAN

Kepala AIDHM Prof. Yodi Mahendradhata mengatakan proyek baru tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama regional yang telah dibangun selama 10 tahun terakhir.

"Fondasi yang kuat ini memungkinkan pembentukan AIDHM sebagai institusi kawasan yang berkelanjutan dan mendorong penguatan jejaring akademik di bidang manajemen kesehatan bencana," ujar Yodi, dalam siaran pers JICA yang diterima Metrotvnews.com, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menegaskan FKKMK UGM akan terus bekerja sama dengan JICA, Kementerian Kesehatan RI, dan para mitra regional untuk memperkuat kapasitas ASEAN menghadapi bencana.

Sementara itu, Kepala Perwakilan JICA Indonesia Takeda Sachiko mengatakan kerja sama sebelumnya telah menghasilkan sejumlah capaian penting, seperti pembentukan Regional Coordination Committee on Disaster Health Management (RCC-DHM), penyusunan prosedur operasi standar (SOP) kolaborasi kawasan, serta pelaksanaan latihan bersama penanganan bencana.

Menurut Takeda, pada fase ARCH2, fokus kerja sama diperluas dengan memperkuat integrasi sistem manajemen kesehatan bencana ke tingkat nasional dan daerah, serta meningkatkan pengelolaan pengetahuan. Salah satu hasil utamanya adalah berdirinya AIDHM di bawah naungan Universitas Gadjah Mada.

Melalui ARCH Plus, JICA dan AIDHM akan melanjutkan berbagai capaian tersebut sekaligus memperkuat peran AIDHM sebagai pusat pengetahuan regional ASEAN di bidang manajemen kesehatan bencana.

Baca juga:  Lewat JICA, Jepang Berkontribusi Bantu Pembangunan Dunia

(Willy Haryono)