Iran: Ditembaknya Jet F-35 Adalah Kejutan Kami Untuk Trump

Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya. Foto: Press TV

Iran: Ditembaknya Jet F-35 Adalah Kejutan Kami Untuk Trump

Muhammad Reyhansyah • 20 March 2026 10:25

Teheran: Seorang komandan senior militer Iran menyatakan bahwa dijatuhkannya pesawat tempur siluman F-35 merupakan bagian dari “kejutan” yang telah disiapkan Iran bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump serta Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 19 Maret 2026 oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi, komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, unit komando operasional tertinggi Iran yang mengoordinasikan operasi antara angkatan bersenjata dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

“Kami sebelumnya telah menyatakan bahwa Trump, presiden Amerika Serikat, berulang kali melontarkan ancaman secara retoris. Namun ia harus mengetahui bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran memiliki kejutan yang telah disiapkan untuknya dan untuk rezim Zionis sebagai proksi serta kekuatan bawahannya,” ujar Abdollahi, dikutip dari PressTV, Jumat, 20 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa salah satu bentuk “kejutan” tersebut adalah keberhasilan Iran menargetkan pesawat tempur generasi kelima F-35 yang dikenal canggih.

“Hari ini, salah satu contohnya adalah penargetan pesawat tempur generasi kelima F-35 yang canggih,” lanjutnya, merujuk pada klaim sebelumnya dari IRGC yang menyebut pesawat siluman itu berhasil diserang di wilayah udara Iran bagian tengah.

“Mereka harus menantikan lebih banyak kejutan,” tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel, serta berlangsungnya operasi balasan militer Iran bertajuk “True Promise 4” yang dimulai setelah serangan kedua negara tersebut pada akhir bulan lalu.

Sejumlah pangkalan AS di kawasan, termasuk di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi, dilaporkan menjadi sasaran serangan balasan. Selain itu, sejumlah lokasi strategis di Israel seperti Tel Aviv, al-Quds, Haifa, Be’er Sheva, hingga wilayah Gurun Negev juga turut menjadi target.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)