Hamas sepakat untuk melucuti senjata mereka demi menyelamatkan warga Gaza. (Anadolu Agency)
Hamas Mengaku Terpaksa Sepakati Pelucutan Senjata demi Selamatkan Warga Gaza
Willy Haryono • 5 August 2026 09:15
Gaza: Negosiator Hamas Ghazi Hamad mengatakan bahwa keputusan kelompoknya menerima kesepakatan yang mencakup pelucutan senjata diambil demi menyelamatkan warga Gaza dari perang yang berkepanjangan.
Dalam wawancara dengan jurnalis Piers Morgan yang disiarkan Al Jazeera, Selasa, 4 Agustus 2026, Hamad mengakui keputusan tersebut bukanlah pilihan yang mudah.
Namun menurutnya, kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk membuat Hamas harus mengambil langkah tersebut.
"Saya pikir kami telah melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan rakyat kami, menyelamatkan kota-kota di Jalur Gaza dari pengusiran, pembunuhan massal, pembantaian, genosida, dan berbagai bentuk penderitaan. Jadi, ini dilakukan karena sebuah kebutuhan untuk menyelamatkan rakyat kami di Jalur Gaza," kata Hamad.
Ia mengakui dirinya tidak sepenuhnya puas dengan isi kesepakatan tersebut.
"Saya tidak begitu senang dengan kesepakatan ini. Saya berharap ada sesuatu yang lebih baik untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi rakyat kami, mengakhiri pendudukan, dan membangun masa depan baru," ujarnya.
Israel Terus Menyerang
Hamad mengatakan situasi di Gaza saat ini sangat sulit sehingga Hamas merasa tidak memiliki banyak pilihan selain menerima kesepakatan.Ia juga menuduh Israel mengirimkan pesan politik melalui serangan yang terus berlanjut setelah Hamas menyatakan menerima kesepakatan tersebut.
"Kami menerima pesan yang sangat jelas dari Israel. Setelah Hamas menyatakan menerima kesepakatan ini, mereka membunuh lebih dari 30 orang, termasuk warga sipil, anak-anak, dan perempuan," kata Hamad.
Tindakan keji itu, lanjut Hamad, merupakan sinyal jelas kepada Amerika Serikat dan para mediator, termasuk Qatar, Mesir, dan Turki, bahwa Israel tidak memiliki keinginan untuk melanjutkan proses perdamaian.
"Mereka ingin terus membunuh rakyat di Jalur Gaza dan melancarkan serangan di mana-mana," ungkapnya.
Baca juga: Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza, Desak Patuhi Gencatan Senjata