Ilustrasi perak batangan. Foto: dok Antam.
UBS Pangkas Zona Beli Perak, Simak Target Harganya
Husen Miftahudin • 22 July 2026 09:04
New York: UBS merevisi kisaran harga yang dinilai menarik untuk strategi buy on dip atau membeli saat harga turun. Langkah tersebut diambil setelah harga perak mengalami koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir dan tekanan terhadap logam mulia diperkirakan masih berlanjut dalam jangka pendek.
Mengutip Investing.com, Rabu, 22 Juli 2026, harga perak turun dari sekitar USD76 per ons pada awal Juni menjadi sekitar USD56 per ons pada pertengahan Juli.
Menurut ahli strategi UBS Dominic Schnider penurunan tersebut dipengaruhi meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran terhadap suku bunga yang tetap tinggi.
"Awalnya kami menunjukkan harga USD55 per ons dan di bawahnya sebagai level yang menarik untuk membeli saat harga turun. Kini kami menurunkan kisaran tersebut menjadi USD48-50 per ons, sambil menegaskan bahwa level itu kemungkinan hanya akan bertahan dalam waktu singkat," kata Schnider.
UBS menjelaskan penyesuaian tersebut mencerminkan permintaan investasi yang lebih lemah dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Permintaan ETF Perak masih lemah
UBS mencatat kepemilikan dana berbasis perak atau exchange-traded fund (ETF) telah turun lebih dari 38 juta ons sejak awal Januari menjadi sekitar 784 juta ons pada pertengahan Juli.
Meski demikian, terdapat tanda-tanda stabilisasi dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang bulan ini, kepemilikan ETF meningkat sekitar 1,86 juta ons troy, yang menunjukkan sebagian investor mulai memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar. Selain itu, posisi kontrak berjangka perak juga dinilai relatif stabil.
Suku bunga tinggi masih jadi tekanan
Schnider menilai sejumlah faktor masih membatasi ruang penguatan harga perak dalam jangka pendek.
Beberapa di antaranya adalah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, tingginya biaya peluang akibat suku bunga yang masih tinggi, penguatan dolar AS, serta sikap hawkish yang diperkirakan tetap dipertahankan Federal Reserve (The Fed).
UBS memperkirakan bank sentral AS baru akan mulai memangkas suku bunga pada Desember 2026 atau kuartal I-2027. "Perak menghadapi kondisi makro yang masih memberikan sedikit dorongan bagi investor untuk meningkatkan posisi beli," ujar Schnider.

(Ilustrasi, perak batangan. Foto: melbournemint.com.au)
UBS tetap optimistis dalam jangka menengah
Meski berhati-hati dalam jangka pendek, UBS masih mempertahankan pandangan positif terhadap prospek harga perak.
Bank investasi tersebut menilai pelemahan harga saat ini hanya bersifat sementara. Prospek tersebut didukung oleh potensi penurunan suku bunga The Fed pada tahun depan, valuasi dolar AS yang dinilai relatif tinggi terhadap mata uang Asia, serta permintaan industri yang diperkirakan tetap kuat.
UBS memproyeksikan harga perak mencapai USD65 per ons pada September 2026, meningkat menjadi USD70 per ons pada Desember 2026, dan menyentuh USD75 per ons pada Maret serta Juni 2027.
UBS juga menyoroti rasio harga emas terhadap perak (gold-silver ratio) yang saat ini berada sedikit di atas 70 kali. Menurut bank tersebut, rasio tersebut membuat valuasi relatif perak mulai terlihat lebih menarik, meski belum dapat dikategorikan murah.
Apabila rasio tersebut meningkat hingga di atas 80 kali, daya tarik investasi perak diperkirakan akan semakin besar.