Catat! Jasa Marga Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Arus Balik 24 Maret

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono. Foto: ANTARA/Aji Cakti.

Catat! Jasa Marga Prediksi Puncak Mudik Lebaran 18 Maret, Arus Balik 24 Maret

Fachri Audhia Hafiez • 10 March 2026 14:07

Jakarta: PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi puncak arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi akan jatuh pada Rabu, 18 Maret 2026. Sebanyak 3,5 juta kendaraan diperkirakan bakal meninggalkan wilayah Jabotabek, dengan pergerakan yang diprediksi mulai meningkat sejak akhir pekan ini.

"Jadi perkiraan 3,5 juta kendaraan di mana kita melihat bahwa arus mudik yang akan terjadi adalah puncaknya di tanggal 18 Maret. Tapi kami perkirakan telah muncul mulai dari hari Jumat pekan ini," ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono dalam media briefing di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat, dilansir Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
 


Rivan menjelaskan bahwa libur panjang tahun ini menjadi momentum masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal agar lebih nyaman. Sementara itu, untuk puncak arus balik diprediksi terjadi pada H+3 Lebaran atau Selasa, 24 Maret 2026. 

Dari total proyeksi kendaraan, mayoritas pergerakan atau sebesar 50 persen akan mengarah ke timur (Trans Jawa dan Cipularang). Lalu, 28 persen ke Merak, dan 20 persen ke arah Bogor.

"Yang perlu diantisipasi adalah yang 50 persen ke timur. Karena ini akan terbagi kembali, 57 persen ke arah Trans Jawa dan 42 persen ini adalah yang ke arah Cipularang. Dan biasanya kepadatan di kilometer 66 adalah karena adanya jumlah kendaraan yang lebih banyak sekitar 50 persen yang ke arah Trans Jawa," urai Rivan.


Ilustrasi. Foto: Dok. Jasa Marga.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyebut kepadatan arus mudik bakal terkonsentrasi pada 16 dan 18 Maret. Sebagai solusi mengurai penumpukan kendaraan, Pemerintah telah mengusulkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) selama lima hari yang telah disetujui oleh Presiden.

Untuk fase mudik, kebijakan WFA direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret 2026. Strategi ini diharapkan memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk berangkat lebih awal sebelum mencapai puncak kepadatan lalu lintas di jalur-jalur utama.

"Untuk arus mudik, kebijakan WFA direncanakan berlaku pada 16 dan 17 Maret sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu perjalanan sebelum puncak kepadatan lalu lintas terjadi," kata Dudy.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)