Pramono: 709 Bus Mudik Gratis Pemprov DKI Diberangkatkan 17 Maret

Petugas melakukan verifikasii data warga calon peserta mudik gratis. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.

Pramono: 709 Bus Mudik Gratis Pemprov DKI Diberangkatkan 17 Maret

Fachri Audhia Hafiez • 10 March 2026 13:51

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menjadwalkan keberangkatan peserta program Mudik Gratis 2026 pada 17 Maret mendatang. Seremoni pelepasan ribuan pemudik tersebut akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

“Dinas Perhubungan telah mempersiapkan mudik yang difasilitasi oleh Pemerintah DKI Jakarta, akan dimulai diadakan pada tanggal 17 Maret di Monas,” ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
 


Pramono mengungkapkan adanya lonjakan signifikan pada jumlah peserta tahun ini. Dari estimasi awal sebanyak 26.000 orang, total pendaftar yang lolos mencapai 30.774 orang. Menanggapi antusiasme tersebut, Pemprov DKI menambah alokasi armada bus dari semula 670 unit menjadi 709 unit.

“Sekarang 709 bus, dari 670 yang sebelumnya dipersiapkan oleh Pemerintah DKI Jakarta,” jelas Pramono.

Gubernur menegaskan bahwa hanya warga yang telah mengantongi status terverifikasi yang diperbolehkan berangkat. Langkah ini diambil untuk memastikan ketertiban dan mencegah adanya penumpang gelap atau pendaftaran mendadak di lokasi keberangkatan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menambahkan, proses pendataan telah rampung dan tidak ada lagi pengumuman tambahan. Petugas akan melakukan verifikasi ulang tiket di hari keberangkatan guna memastikan tiket tidak dipindahtangankan atau diperjualbelikan.


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

"Kami berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk memastikan pihak-pihak yang layak menerima program," terang Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub DKI Jakarta, Emanuel Kristanto.

Selain aspek administrasi, keamanan menjadi prioritas utama. Dishub DKI bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawalan ketat. Petugas tidak hanya berjaga di titik keberangkatan, tetapi juga ikut mengawal di dalam bus hingga sampai ke kota tujuan.

"Tidak hanya saat keberangkatan, tetapi selama perjalanan (petugas ikut sampai tujuan)," ujar Emanuel.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)