Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Tanggal Berapa THR ASN Cair?
Ade Hapsari Lestarini • 16 February 2026 18:08
Jakarta: Pemerintah menyiapkan Tunjangan Hari Raya (THR) 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, serta anggota Polri sebesar Rp55 triliun yang ditargetkan dapat disalurkan pada awal Ramadan.
"Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa disalurkan," kata Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa saat dijumpai media, dilansir Antara, Senin, 16 Februari 2026.
Adapun proyeksi belanja pemerintah pada triwulan I-2026 mencapai Rp809 triliun, yakni anggaran untuk THR bagi ASN, TNI, dan Polri.
Secara rinci, pemerintah juga mengalokasikan percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun, anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatra Rp6 triliun, serta paket stimulus Rp13 triliun.
Purbaya menegaskan belanja pemerintah pada triwulan I-2026, dijalankan secara tepat waktu guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat pada 2025 diperkirakan terus berlanjut hingga 2026.
"Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai enam persen," kata dia.
Menurut Purbaya, target pertumbuhan ini merupakan angka yang luar biasa. Apabila hal ini tercapai, ujar Purbaya, Indonesia berhasil keluar dari jebakan pertumbuhan lima persen.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Mendorong konsumsi rumah tangga
Pemerintah juga terus mendorong konsumsi rumah tangga yang diyakini semakin menguat pada triwulan I-2026, terutama didukung momentum libur dan cuti bersama Imlek serta Idulfitri serta kebijakan Work From Anywhere (WFA).
Sementara pada sisi penawaran dan investasi, akselerasi dilakukan melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebanyak 30 ribu unit senilai Rp90 triliun dan pembangunan 190 ribu unit rumah komersial, rumah subsidi, maupun bantuan renovasi (BSPS/Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dengan total anggaran Rp20 triliun.
Selain itu, terdapat groundbreaking proyek hilirisasi Danantara senilai USD7 miliar atau sekitar Rp110 triliun. Dengan demikian, total dorongan investasi langsung yang teridentifikasi mencapai sekitar Rp220 triliun.