Suasana ramainya Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur (Jaktim) menjelang waktu berbuka puasa. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.
Cerita Berkah Ramadan di BKT, Omzet Pedagang Melejit 3 Kali Lipat
Fachri Audhia Hafiez • 19 February 2026 19:30
Jakarta: Kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, kembali bersolek menjadi pusat perhatian pada hari pertama Ramadan. Ribuan warga tumpah ruah memadati jalur pedestrian, menciptakan pemandangan khas "ngabuburit" yang hangat di bawah pepohonan rindang sembari menanti kumandang azan Magrib.
"Di sini pilihannya lengkap dan suasananya enak buat ngabuburit. Sekalian jalan-jalan sore, juga adem, makanan, takjil juga banyak pilihannya," kata Dini, 29, warga Duren Sawit yang sengaja datang mencari suasana berbeda, dilansir Antara, Kamis, 19 Februari 2026.
Lapak pedagang berjejer rapi menawarkan parade kuliner yang menggoda selera. Mulai dari menu klasik seperti kolak pisang, biji salak, dan gorengan hangat, hingga aneka puding warna-warni yang tertata apik di meja-meja kayu. BKT seolah tidak pernah kehabisan daya tarik bagi pemburu takjil, bahkan bagi mereka yang datang dari luar wilayah Jakarta Timur.
"Saya dari Cikarang. Kebetulan memang kerjanya sekitar sini. Cari takjil dulu sama teman kerja karena di sini memang terkenal banyak makanan bukaan. Ada banyak menu viral juga seperti dimsum, es buah creamy," ungkap Safira, 29.
Bagi para pedagang, momen ini adalah puncak musim panen. Setelah setahun menunggu, Ramadan menjadi waktu bagi mereka untuk melipatgandakan pendapatan. Kerumunan warga yang tak putus hingga menjelang berbuka menjadi berkah tersendiri bagi ekonomi lokal di kawasan tersebut.
"Kalau hari biasa paling puluhan porsi, sekarang bisa dua sampai tiga kali lipat. Alhamdulillah biasanya ramai terus menjelang buka," ujar Ahmad, 40.
Meski arus manusia begitu padat, dinamika di BKT pada hari pertama ini tetap terkendali. Arus lalu lintas di jalan raya sekitar lokasi terpantau lancar, memungkinkan masyarakat tetap nyaman menikmati euforia berburu takjil di tepian sungai yang kini menjadi ikon gaya hidup Ramadan di Jakarta Timur.