Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. Foto: Dok. UGM.
Haedar Nashir: Jadikan Puasa Kanopi Sosial Penahan Amarah di Medsos
Ficky Ramadhan • 17 February 2026 15:57
Jakarta: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyoroti derasnya arus informasi di media sosial yang kerap memicu amarah dan perselisihan di tengah masyarakat. Menyambut Ramadan 1447 H, ia menekankan pentingnya ibadah puasa sebagai tameng atau "kanopi sosial" untuk mengendalikan diri dari provokasi digital yang dapat merusak harmoni kebangsaan.
"Dengan berbagai macam informasi, postingan (di media sosial), yang kira-kira memberi suasana panas dalam kehidupan sosial kebangsaan kita. Maka puasa harus menjadi kanopi sosial kita," ujar Haedar dalam keterangannya dilansir dari Media Indonesia, Selasa, 17 Februari 2026.
Terkait potensi perbedaan penetapan awal Ramadan, Haedar meminta umat Islam menyikapinya dengan kecerdasan dan sikap tasamuh (toleransi). Menurutnya, ruang ijtihad tidak seharusnya menjadi ajang untuk saling menyalahkan atau merasa paling benar sendiri. Fokus utama umat harus dikembalikan pada substansi meraih ketakwaan.
"Di situlah sebagai ruang ijtihad tentu tak perlu saling menyalahkan satu sama lain, dan satu sama lain juga tidak merasa paling benar sendiri. Dalam konteks yang lebih luas, Ramadan diharapkan kita menjadi umat yang terbaik. Baik dalam kerohanian senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, maupun dalam hal keilmuan yang kian tinggi dan menebar segala kebaikan yang makin luas," imbuh Haedar.
.jpeg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Medcom.id.
Selain aspek sosial dan spiritual, Haedar menilai puasa adalah momentum untuk memperbaiki ekonomi dengan melatih pola hidup efisien dan hemat. Ia berharap Ramadan kali ini tidak sekadar menjadi ritual menahan lapar, tetapi benar-benar menjadi wahana pembentukan karakter yang berkontribusi pada kemajuan peradaban di berbagai bidang, mulai dari moral hingga politik.
"Meraih kualitas hidup umat Islam terutama di bidang ekonomi sungguh memerlukan kesungguhan. Puasa justru melatih kita untuk hidup efisien, prihatin, hidup untuk bisa hemat, dan lain sebagainya. Dan itu menjadi pangkal kita maju di bidang ekonomi," ujar Haedar.