Uni Emirat Arab Larang Penggunaan Wilayahnya untuk Serang Iran

Foto udara memperlihatkan salah satu kota di Uni Emirat Arab. (Unsplash)

Uni Emirat Arab Larang Penggunaan Wilayahnya untuk Serang Iran

Willy Haryono • 27 January 2026 12:18

Abu Dhabi: Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan tidak akan mengizinkan wilayah udara, darat, maupun perairannya digunakan untuk tindakan militer yang menargetkan Iran. Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Amerika Serikat mengerahkan armada tempurnya ke wilayah Teluk.

Kementerian Luar Negeri UEA dalam pernyataan resminya menekankan komitmen negara tersebut untuk tidak memberikan dukungan logistik apa pun bagi operasi militer terhadap Teheran. Pemerintah UEA menyatakan bahwa dialog dan deeskalasi merupakan satu-satunya jalan untuk meredam krisis yang berkembang.

“Dialog, kepatuhan terhadap hukum internasional, dan penghormatan terhadap kedaulatan negara merupakan landasan paling efektif dalam menangani krisis saat ini,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri UEA, seraya menegaskan pendekatan diplomatik sebagai prioritas utama.

Ketegangan antara Washington dan Teheran kembali meningkat sejak bulan lalu, dipicu oleh gelombang protes anti-pemerintah di sejumlah kota Iran akibat krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Merespons situasi tersebut, Amerika Serikat menginstruksikan kapal induk USS Abraham Lincoln bersama tiga kapal perusak untuk bergerak menuju Teluk Oman.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi pergerakan armada besar militer AS ke Timur Tengah. Gedung Putih menyatakan bahwa seluruh opsi, termasuk tindakan militer, tetap terbuka untuk menekan perubahan sistem pemerintahan di Iran, sebuah agenda yang juga didukung oleh Israel.

Sikap tegas UEA ini dipandang sebagai upaya pencegahan agar kawasan Teluk tidak kembali terseret ke dalam konflik terbuka berskala besar. Juni lalu, kawasan sempat berada di ambang perang ketika Israel, dengan dukungan Amerika Serikat, melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran. Serangan tersebut dibalas Teheran dengan peluncuran drone dan rudal secara besar-besaran, sebelum akhirnya gencatan senjata diumumkan.

Pemerintah Iran sebelumnya telah memperingatkan bahwa setiap serangan dari Amerika Serikat akan dibalas dengan respons cepat dan menyeluruh. Dengan penolakan UEA untuk menjadi basis atau jalur serangan, ruang gerak logistik militer AS di kawasan Teluk diperkirakan akan menghadapi tantangan diplomatik yang semakin kompleks. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Armada Besar AS Tiba di Timur Tengah, Trump Klaim Iran Ingin Berdialog

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)