Penanganan Karhutla Riau Terus Membaik, Titik Panas Menurun

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan perkembangan penanganan karhutla Riau dari hasil pemantauan udara. (Foto: Dok. Metro TV)

Penanganan Karhutla Riau Terus Membaik, Titik Panas Menurun

Patrick Pinaria • 27 August 2026 16:42

Pekanbaru: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif. Per Kamis, 27 Agustus 2026, titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah mengalami penurunan setelah dilakukan kolaborasi pemadaman oleh Satgas Darat dan Satgas Udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kondisi tersebut disampaikan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo saat melakukan pemantauan kondisi karhutla dari udara pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo mengatakan pemantauan dilakukan untuk memastikan titik-titik hotspot yang terpantau melalui dashboard Lancang Kuning sesuai dengan kondisi di lapangan.

"Untuk memastikan titik-titik hotspot yang kita lihat melalui dashboard Lancang Kuning, di mana sesuai dengan indikator hotspot terjadi penurunan. Oleh karena itu, kita akan memastikan secara langsung pantauan melalui udara apakah titik-titik yang dicek atau yang ada di dashboard ini sesuai atau tidak," kata Agus dalam program Breaking News di Metro TV, Kamis, 27 Agustus 2026.


Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo saat memantau kondisi karhutla Riau dari udara. (Foto: Dok. Metro TV)

Berdasarkan pemantauan tersebut, sejumlah titik yang sebelumnya berada pada tingkat tinggi mengalami penurunan menjadi medium, dari medium menjadi low, dan dari low kemudian tidak lagi terdeteksi sehingga memasuki proses pendinginan.

"Memang ada beberapa titik yang sudah tidak ada lagi hotspot. Yang kemarin tinggi sekarang menjadi medium, yang medium menjadi low, low menjadi habis, tinggal proses pendinginan," ujarnya.

Agus mengatakan pengecekan langsung juga dilakukan di wilayah-wilayah terdampak yang masih menjalani proses pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan api tidak kembali berkembang dan meluas.

"Kemudian hari ini juga kita akan melakukan pengecekan secara langsung di wilayah-wilayah yang terdampak yang saat ini sedang melakukan proses pemadaman untuk memastikan bahwa api tidak berkembang menjadi meluas," katanya.
 



Selain pemadaman, upaya antisipasi juga dilakukan dengan membuat sekat-sekat kanal di sekitar wilayah kebakaran. Seluruh alat berat yang dapat dikerahkan turut digunakan untuk mengantisipasi munculnya kembali api setelah proses pendinginan.
 

Hujan deras bantu penanganan karhutla

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan kondisi karhutla turut membaik setelah Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan.

Herry menyampaikan hujan deras turun di sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Indragiri Hilir, Kerumutan, Pelalawan, dan Kampar.

"Alhamdulillah di beberapa titik yang terdampak mulai daripada Inhil, Kerumutan, Pelalawan, dan Kampar tadi malam hujan turun deras dan alhamdulillah pantauan daripada dashboard Lancang Kuning kita mendapatkan hasil yang sangat bagus," kata Herry.


Pemantauan udara menunjukkan sejumlah titik panas karhutla di Riau mengalami penurunan pada Kamis, 27 Agustus 2026. (Foto: Dok. Metro TV)

Menurut Herry, pihaknya memastikan kondisi di seluruh wilayah dengan memadukan hasil pemantauan dari aplikasi dan satelit dengan pantauan secara langsung.

Dalam penanganan dampak karhutla, bantuan obat-obatan dan masker juga diberikan kepada masyarakat terdampak. Selain itu, kebutuhan oksigen turut dipastikan tersedia.

"Kita memberikan bantuan obat-obatan lalu bantuan masker, pemberian masker, kemudian memastikan bahwa masyarakat terdampak itu betul-betul bisa diberikan O2 oksigen. 700 oksigen sudah datang tadi pagi dan alhamdulillah sumur bor juga sudah," ujar Herry.
 

Sumur bor dikerahkan

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai mengatakan bantuan yang diberikan atas arahan Presiden telah tiba di Riau, termasuk untuk mendukung penanganan karhutla.

Khusus sumur bor, pengeboran dilakukan secara masif di sejumlah titik berdasarkan pemetaan hasil geolistrik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sumber air di wilayah pemadaman.

"Untuk sumur bor kita sudah lakukan pengeboran secara masif di titik-titik wilayah yang sesuai dengan pemetaan hasil geolistrik yang kita pastikan bahwa di situ ada titik air. Kita lakukan pengeboran sebagai antisipasi untuk tersedianya air di wilayah pemadaman," kata Agus.

Selain itu, tim penyuluh dari pusat telah tiba di Riau dan diberikan pembekalan mengenai skema pemadaman yang telah dilakukan.

Tim tersebut kemudian disebar ke wilayah-wilayah berdasarkan klasterisasi yang telah dibuat, mulai dari klaster 1, 2, dan 3 di kabupaten-kabupaten.

Mereka akan memberikan edukasi kepada masyarakat bersama tim yang telah berada di wilayah, yang terdiri atas TNI, Polri, BPBD, dan Manggala Agni.

Edukasi tersebut mencakup upaya preventif dan restoratif agar masyarakat memahami bahaya kebakaran hutan dan lahan.

"Sehingga masyarakat mengerti, paham, dan sadar tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan," ujar Agus.
 

Korporasi diminta turut cegah karhutla

Agus mengatakan Forkopimda akan mengumpulkan para pelaku usaha dan korporasi untuk memberikan pemahaman serta penekanan agar turut membantu penanganan karhutla di wilayah Riau.

Penekanan juga diberikan terkait larangan melakukan perbuatan melawan hukum maupun membuka lahan dengan cara membakar.

"Dan kemudian hari ini juga saya bersama Forkopimda, Pak Kapolda, Pak Gubernur akan mengumpulkan seluruh pelaku-pelaku usaha korporasi untuk kita berikan penekanan, berikan pemahaman agar juga turut serta membantu melakukan pemadaman kebakaran hutan lahan di wilayah Riau," kata Agus.
 

Polda Riau amankan 38 tersangka

Di sisi lain, Kapolda Riau menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pihak yang melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Kami tetap komitmen untuk melakukan penegakan hukum secara masif. Sampai hari ini untuk tahun 2026 sudah ada 38 tersangka," kata Herry.

Jumlah tersebut meningkat dari laporan sebelumnya yang mencatat 36 tersangka. Dengan demikian, terdapat tambahan dua tersangka sehingga total tersangka yang telah diamankan hingga Kamis, 27 Agustus 2026, mencapai 38 orang.

Herry juga menunjukkan kondisi titik hotspot berdasarkan dashboard Lancang Kuning. Sebagian titik yang sebelumnya terpantau berada pada level tinggi kini telah menurun hingga level rendah, sementara sejumlah titik lainnya sudah tidak lagi terdeteksi.

Kondisi tersebut menunjukkan perkembangan positif dalam penanganan karhutla di Riau setelah berbagai upaya pemadaman, pendinginan, serta Operasi Modifikasi Cuaca dilakukan secara kolaboratif.

(Patrick Pinaria)