Global Town Hall 2026: Menlu Iran Kecam Agresi AS-Israel, Serukan Multilateralisme

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di Global Town Hall, Sabtu, 19 September 2026. (Metrotvnews.com)

Global Town Hall 2026: Menlu Iran Kecam Agresi AS-Israel, Serukan Multilateralisme

Willy Haryono • 19 September 2026 18:51

Jakarta: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sebagai sesuatu yang ilegal, tidak adil, agresif, dan terjadi tanpa adanya terprovokasi.

Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan keynote speech dalam Global Town Hall 2026 yang digelar Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Sabtu, 19 September 2026.

Dalam agenda resmi FPCI, Araghchi tercatat sebagai salah satu keynote speaker dalam forum yang mengangkat tema perubahan arah global menuju pembangunan, kemanusiaan, dan keadilan.

“Perang ini ilegal, tidak adil, agresif, dan terjadi tanpa adanya provokasi,” tegas Araghchi dalam pidatonya.

Menurut Araghchi, agresi terhadap Iran merupakan bagian dari pola intervensi dan penggunaan kekuatan militer yang telah berlangsung di kawasan Timur Tengah. Ia menilai kekuatan militer semakin digunakan sebagai instrumen politik, yang pada akhirnya justru memperpanjang konflik dan konfrontasi.

Araghchi juga mengaitkan situasi tersebut dengan konflik di Gaza dan Lebanon. Menurut dia, penggunaan kekuatan militer di kawasan telah bergeser dari pilihan terakhir menjadi salah satu mekanisme untuk mengubah lanskap politik dan keamanan regional.

Ia memperingatkan bahwa kondisi tersebut berisiko menormalisasi agresi serta mengikis batas-batas yang ditetapkan dalam hukum internasional apabila tidak mendapat respons efektif dari komunitas internasional.

Kritik terhadap Institusi Internasional

Araghchi turut mempertanyakan efektivitas institusi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam menghadapi agresi dan memastikan pihak yang melanggar hukum internasional dimintai pertanggungjawaban.

Meski demikian, ia menegaskan kritik tersebut bukan berarti Iran menginginkan berakhirnya sistem multilateral. Sebaliknya, Araghchi menyerukan penguatan multilateralisme agar dapat berjalan secara efektif dan adil.

Seruan tersebut sejalan dengan tema besar Global Town Hall 2026 yang diselenggarakan FPCI. Forum tersebut menyoroti apa yang disebut FPCI sebagai meningkatnya penggunaan kekuatan untuk menyelesaikan perselisihan, melemahnya penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter, serta meningkatnya konflik bersenjata.

Araghchi menyerukan perubahan arah kebijakan global, dari militerisme menuju pembangunan berkelanjutan, dari intervensi menuju penghormatan terhadap kedaulatan nasional, serta dari akuntabilitas selektif menuju keadilan universal.

“Dunia membutuhkan perubahan arah yang mendasar, dan waktunya bukan besok atau masa depan yang tidak pasti. Waktunya adalah sekarang,” pungkasnya. (Razaqa Hariz)

Baca juga: PBB: Perang AS-Iran Pangkas Ekonomi Negara Arab Rp2.661 Triliun dalam Sebulan

(Willy Haryono)