Trump Persingkat Kunjungan Camp David di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Trump Persingkat Kunjungan Camp David di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Willy Haryono • 20 September 2026 12:05

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempersingkat masa tinggalnya di Camp David dan kembali ke Gedung Putih pada Sabtu malam waktu setempat, menurut laporan wartawan Gedung Putih.

Mengutip dari Anadolu Agency, Minggu, 20 September 2026, Gedung Putih memperbarui jadwal Trump yang menunjukkan presiden akan kembali ke Washington menggunakan Marine One. Helikopter kepresidenan tersebut diperkirakan tiba di Ellipse sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau 23.00 GMT.

Tidak ada alasan yang diberikan terkait perubahan jadwal Trump tersebut.

Sebelumnya pada Sabtu, sebuah pesawat penerbangan umum memasuki wilayah udara terbatas di atas Thurmont, Maryland, dekat Camp David, tempat Trump sedang berada.

Pesawat tempur F-16 milik North American Aerospace Defense Command (NORAD) kemudian mencegat pesawat tersebut dan mengawalnya keluar dari wilayah tersebut.

Angkatan Udara Pertama AS mengatakan insiden tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat di darat dan tidak menunjukkan adanya ancaman terhadap Trump maupun tempat peristirahatan kepresidenan tersebut.

Peringatan Perjalanan AS

Perkembangan tersebut terjadi ketika Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Departemen Luar Negeri AS meminta warga Amerika yang berada di luar kawasan tersebut untuk mempertimbangkan secara serius perjalanan menuju atau melalui Timur Tengah.

Dalam unggahan di platform X, akun Travel.Gov milik Departemen Luar Negeri AS mengatakan warga Amerika yang berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan serta bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan lainnya.

“Karena ketegangan di Timur Tengah, lingkungan keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga,” demikian pernyataan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS memperingatkan bahwa kelompok Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil.

Menurut departemen tersebut, konflik itu “berpotensi meningkat dengan cepat.”

Departemen Luar Negeri AS juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok yang mendukungnya dapat menargetkan kepentingan, perusahaan, dan institusi AS, serta lokasi yang terkait dengan warga Amerika di berbagai negara.

Baca juga: AS Imbau Warganya Pertimbangkan Ulang Perjalanan ke Timur Tengah

(Willy Haryono)