Pramono Klaim Normalisasi Kali Cakung Lama Pangkas Banjir Hingga 20 Persen

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya.

Pramono Klaim Normalisasi Kali Cakung Lama Pangkas Banjir Hingga 20 Persen

Nattasya Amani Vrazeti • 13 August 2026 15:18

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pengerjaan normalisasi Kali Cakung Lama, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026. DKI 1 itu mengklaim normalisasi Kali Cakung Lama diproyeksikan mampu mengurangi dampak banjir hingga 20 persen di kawasan Jakarta Utara, khususnya di Kecamatan Kelapa Gading dan Cilincing.

“Dari hasil kalkulasi, perhitungan, diharapkan bisa mengurangi 20 persen dari banjir yang ada di area ini,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Kamis, 13 Agustus 2026.

Pramono menjelaskan, berdasarkan laporan warga sekitar, wilayah Kelapa Gading kerap dilanda genangan banjir. Melalui pengerukan dan pelebaran alur sungai hingga ke area muara, aliran air di wilayah permukiman warga diharapkan dapat terdorong lebih cepat ke laut.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka tempat-tempat yang terutama di Kelapa Gading dan Cilincing yang banjirnya kurang lebih sampai dengan apa, dengkul, paha, dan sebagainya, mudah-mudahan segera surut karena airnya pasti akan bisa kedorong sampai dengan muara, sampai dengan laut,” ungkap Pramono.

Ia menambahkan, proyek normalisasi Kali Cakung Lama merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mengikis titik banjir Ibu Kota melalui tiga alur sungai prioritas. Yakni Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama. 

Penanganan di lokasi ini sekaligus menjadi pengalaman pertama alur Kali Cakung Lama disentuh proyek normalisasi.

“Selama ini normalisasi di Jakarta lebih konsentrasi utamanya pada 13 sungai besar dan yang paling utama adalah Ciliwung. Nah, di era saya, saya memang memutuskan bahwa normalisasi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh,” tegas Pramono.

Meski diproyeksikan memangkas 20 persen potensi banjir, efektivitas pengerjaan di bagian tengah sungai sangat bergantung pada penanganan area hilir di kawasan Kampung Begog. Sebab, wilayah tersebut dinilai menjadi titik penyempitan (bottleneck).

Penampakan normalisasi Kali Cakung Lama. Foto: Metro TV/Nattasya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengungkapkan total target normalisasi mencapai 5,2 kilometer. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada Maret 2027. 

“Untuk kegiatan sampai dengan Maret 2027 panjangnya kurang lebih 2,6 kilo satu sisi. Jadi kalau dua sisi menjadi 5,2 kilo. Saat ini baru terselesaikan kurang lebih 1 kilo. Jadi kami targetkan di Maret 2027 2,6 kilo sudah diselesaikan,” ujar Ika.

Ika menegaskan pelebaran di segmen atas tidak akan berdampak maksimal terhadap reduksi banjir jika pembebasan lahan di hilir belum tuntas.

“Kemudian kaitannya dengan pembebasan lahan, segera setelah Pak Gubernur menandatangani penlok dari Cakung Lama, yang akan dibebaskan bukan segmen ini, tapi hilirnya. Hilirnya. Karena kalau hilirnya enggak dibebaskan, ini sudah dilebarkan tetap aja air enggak bisa mengalir,” ujar Ika. 

(Anggi Tondi)