Relawan Penanganan Karhutla Butuh Pasokan Logistik dan Personel

Relawan pemadaman karhutla. Foto: tangkapan layar Youtube Metro TV

Relawan Penanganan Karhutla Butuh Pasokan Logistik dan Personel

Muhamad Marup • 3 September 2026 23:08

Jakarta: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus dilakukan. Para relawan terus berjibaku di tengah keterbatasan logistik dan sumber daya manusia.

Relawan pemadam api di Pontianak, Asrul Nanda, mengatakan, timnya membutuhkan bantuan logistik dan personel. Ia meminta pemerintah untuk segera memunuhi kebutuhan tersebut.

"Kita coba untuk padamkan yang bisa kita padamkan. Lalu bawa pasukan-pasukan, barang atau apalah logistik dan lainnya," ujar Asrul, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 3 September 2026, pukul 21.05 WIB.

Ia menjelaskan, banyak para relawan pemadam api yang bukan relawan profesional. Menurutnya, salah satu kebutuhan mendesak adalah alat pelindung diri (APD) karena masker biasa tidak bisa mencegah asap karhutla.

"Gerakan-gerakan dari rakyat ini juga mulai bergerak dan kita harus jaga benar menjaga mereka ketika masuk ke dalam. Kita juga harus menggunakan APD dan lainnya mungkin itu yang bisa dikirimkan atau diberikan kepada kami," jelasnya.

Kontroversi. Foto: Metro TV

Asrul mengungkapkan, tantangan penanganan di Pontianak adalah sulitnya akses menjangkau titik api. Di sisi lain, kondisi para personel juga sudah kewalahan.

"Jadi itu menjadi kondisi yang sulit. Belum lagi kondisi teman-teman yang mungkin kelelahan sudah masuk ke 54 hari ini," katanya.

Sementara itu, anggota Posko Dalkarhutla Palangkaraya, Arya Arfa Guna, menyebut kondisi karhutla di wilayahnya semakin parah. Menurutnya, api terus muncul di titik-titik baru dan embusan angin membuat pemadaman sulit dilakukan.

"Untuk penanganan di sini semakin parah. Munculnya titik-titik baru, salah satunya," tuturnya.

(Muhamad Marup)