Apa Itu Dedolarisasi? Simak Penjelasan dan Dampaknya

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Apa Itu Dedolarisasi? Simak Penjelasan dan Dampaknya

Eko Nordiansyah • 13 April 2026 16:30

Jakarta: Dedolarisasi merupakan salah satu rencana negara-negara anggota BRICS, yakni Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan untuk mengurangi dominasi mata uang Amerika Serikat (AS). Selain itu, sejumlah negara lain juga turut mendukung dedolarisasi guna menekan ketergantungan terhadap dolar AS.

Negara-negara ini akan menekan penggunaan dolar AS dalam transaksi internasional serta menjaga stabilitas nilai mata uang lokal. Simak penjelasan selengkapnya dari laman HSB Investasi, sebagai berikut:

Apa itu dedolarisasi?

Dedolarisasi merupakan langkah suatu negara yang sedang melakukan penurunan atau pengurangan dalam menggunakan mata uang asing atau dolar AS. Pengurangan dolar AS tersebut dilakukan pada saat transaksi domestik dan ekonomi, yang pada intinya perpindahan alat tukar mata uang dolar AS ke mata uang lokal.

Penyebab dedolarisasi

Terbagi dua dalam penyebab dedolarisasi dalam negara yaitu:
  • Kebijakan moneter dan ekonomi negara yang telah berubah sebagai langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas mata uang lokal dan mengendalikan inflasi, maka pemerintah akan menekankan untuk menggunakan mata uang lokal.
  • Reduksi ketergantungan pada dolar AS sebagai kebijakan pemerintah guna mengurangi tekanan eksternal hingga risiko fluktuasi nilai tukar. Ketika dalam perdagangan internasional menggunakan mata uang lokal, maka dapat meningkatkan kestabilan ekonomi.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Dampak dedolarisasi

Ketika suatu negara melakukan dedolarisasi, maka nantinya akan memiliki dampak dalam aspek kehidupan ekonomi negara tersebut, diantaranya ialah:

1. Stabilitas mata uang lokal

Apabila pemerintah mulai mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, maka volatilitas nilai tukar dapat meredam. Dengan demikian, stabilitas ekonomi negara memberikan jaminan kuat bagi para investor serta pelaku bisnis di negara tersebut.

2. Mengendalikan risiko eksternal

Geopolitik internasional sering kali tidak menentu dan mempengaruhi ekonomi global. Dengan menerapkan dedolarisasi, negara menjadi lebih mandiri terhadap perubahan kebijakan internasional yang memiliki pengaruh negatif terhadap fluktuasi nilai tukar.

3. Peningkatan biaya konversi mata uang

Dampak negatif yang dialami adalah masyarakat akan mendapatkan tambahan biaya dalam konversi mata uang saat melakukan transaksi lintas negara.

4. Daya tarik investor

Selain penambahan biaya konversi uang, dedolarisasi juga memiliki dampak negatif bagi investor asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI). Ketidakpastian nilai tukar uang, beberapa investor nantinya dapat menarik diri dari negara tersebut ke negara yang dirasa aman.

5. Kedudukan mata uang nasional

Kedudukan mata uang lokal juga dapat terpengaruh dalam sistem keuangan internasional. Negara yang berhasil sudah pasti akan mendapatkan posisi kuat dan diakui secara internasional, jika negara gagal dalam penerapannya pasti berdampak kebalikannya. (Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)