Petugas memadamkan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 10 Agustus 2026. ANTARA/HO-Dishut Kalsel
4 Titik Rawan Karhutla Dipetakan di Hutan Lindung Liang Anggang
Silvana Febiari • 11 August 2026 00:18
Banjarbaru: Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdalkarhutla) Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan memetakan empat titik rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli belasan kilometer di Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru.
Kepala Seksi Pengendalian Karhutla Dishut Kalsel Bambang Marwanto mengatakan patroli dilakukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran. Patroli menyusuri sejumlah kawasan dengan karakteristik lahan berbeda, termasuk area sekitar bandara yang didominasi tanah gambut dan vegetasi galam serta tanah mineral di Jalan Karya Manuntung.
“Petugas tidak hanya memantau kondisi kawasan, tetapi juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara dibakar sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan hutan lindung,” ujar Bambang, dilansir dari Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Brigdalkarhutla merespons laporan kebakaran di kawasan Jalan Makmur, Banjarbaru, yang didominasi ilalang dan semak belukar. Personel dan peralatan pemadaman dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Brigdalkarhutla mengerahkan tim dan sarana prasarana untuk memadamkan kobaran api agar tidak meluas. Kemudian melanjutkan pendinginan karena masih terdapat bagian lahan yang mengeluarkan asap.
“Seluruh personel dan perlengkapan terus disiagakan di lokasi untuk melakukan mopping up guna memastikan titik yang masih berasap benar-benar padam dan tidak memicu kebakaran susulan,” jelas Bambang.

Ilustrasi-petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Dokumentasi/ BPBD Kota Sorong
Selain menangani kebakaran tersebut, tim juga memperluas pemantauan ke wilayah Bangkal yang meliputi kawasan tegakan sengon, jabon, dan kemiri. Pemantauan juga dilakukan di sejumlah lokasi strategis, seperti perbatasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI), Forest City Perkantoran, Persemaian Permanen, Kebun Raya, Palam, hingga jalur menuju Sungai Tiung.
Hasil penyisiran di sejumlah kawasan tersebut tidak menemukan titik api baru sehingga kondisi dinyatakan kondusif. Personel tetap melakukan pemantauan untuk memastikan kebakaran dapat segera ditangani jika ditemukan indikasi api atau laporan dari masyarakat.
“Patroli dan pemetaan kawasan rawan menjadi bagian dari kesiapsiagaan dalam mengendalikan karhutla dengan menggabungkan pemantauan lapangan, edukasi masyarakat, serta respons cepat terhadap kebakaran untuk mencegah api meluas ke kawasan hutan,” ujar Bambang.