Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan

Ilustrasi penurunan harga minyak. Foto: Energyintel.com

Harga Minyak Dunia Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan

Husen Miftahudin • 24 June 2026 09:19

Tokyo: Harga minyak dunia kembali turun pada perdagangan Rabu, memperpanjang tren pelemahan sepanjang pekan ini dan bergerak di dekat level terendah dalam empat bulan.
 
Tekanan harga muncul setelah ada sinyal lebih banyak kapal tanker minyak yang sebelumnya tertahan di kawasan Teluk mulai kembali melintasi Strait of Hormuz sejak konflik Iran pecah.
 
Mengutip Investing.com, Rabu, 24 Juni 2026, minyak mentah Brent sebagai patokan harga minyak internasional, turun 37 sen atau 0,5 persen menjadi USD76,71 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sebagai standar untuk penetapan harga minyak di AS, melemah 36 sen atau 0,5 persen menjadi USD72,85 per barel.
 
Kedua kontrak acuan itu sebelumnya juga turun hampir satu persen pada perdagangan Selasa dan sempat menyentuh level terendah sejak awal Maret.
 

Baca juga: Harga Minyak Dunia Bangkit usai Anjlok, Pasar 'Pelototi' Negosiasi AS-Iran
 

Harapan perdamaian AS-Iran menekan harga minyak

 
Harga minyak mendapat tekanan setelah Washington memberikan pengecualian sanksi selama 60 hari kepada Teheran menyusul pembicaraan damai tahap awal. Kebijakan tersebut membuka ruang bagi Iran untuk kembali menjual minyak.
 
Di saat yang sama, meredanya ketegangan di Lebanon ikut menambah optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. "Harga minyak mentah tertekan oleh harapan meredanya ketegangan AS-Iran dan pemulihan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz," ungkap ekonom senior Mitsubishi UFJ Research and Consulting Tomomichi Akuta.
 
"Kemajuan lebih lanjut dalam negosiasi nuklir dapat mendorong harga kembali ke tingkat sebelum perang," lanjut dia menjelaskan.
 
Pada Selasa, Oman dan Iran sepakat melanjutkan pembahasan terkait pengelolaan navigasi di Selat Hormuz. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan setiap upaya Iran mengenakan biaya transit akan melanggar hukum internasional.
 
Namun, ketidakpastian masih membayangi keberlanjutan kesepakatan tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas. Di sisi lain, Teheran membantah telah memberikan konsesi seperti itu dalam negosiasi.


(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
 

Aktivitas tanker mulai pulih

 
Pelaku pasar kini memantau seberapa cepat produsen minyak Timur Tengah dapat memulihkan ekspor dan apakah lebih banyak kapal tanker akan kembali memasuki kawasan.
 
Sumber militer Iran kepada kantor berita Fars menyebut hanya sejumlah kapal terbatas yang diizinkan melintas setiap hari melalui koordinasi dengan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran. Data pelacakan kapal menunjukkan tiga kapal tanker super yang sebelumnya tertahan berhasil melewati Selat Hormuz pada Selasa.
 
Badan pelayaran PBB juga menyebut proses evakuasi tengah berlangsung untuk memungkinkan ratusan kapal dengan sekitar 11.000 pelaut yang tertahan di Teluk dapat kembali berlayar menyusul kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
 
Di sisi lain, data persediaan minyak mentah AS juga menjadi perhatian pasar. Berdasarkan data American Petroleum Institute (API), stok minyak mentah turun 765 ribu barel pada pekan yang berakhir 19 Juni.
 
Sementara itu, sembilan analis yang disurvei Reuters memperkirakan rata-rata penurunan persediaan minyak mentah mencapai sekitar 4,5 juta barel pada pekan lalu.

(Husen Miftahudin)