Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, dalam ajang Global Sustainable Development Congress 2026 di Jakarta. (X / @DubesAustralia)
Dukung Net Zero 2060, Scaleups Australia Bawa Teknologi Iklim ke Indonesia
Willy Haryono • 23 June 2026 15:26
Jakarta: Sejumlah perusahaan teknologi scaleups asal Australia menampilkan berbagai solusi teknologi iklim dan keberlanjutan untuk mendukung target Indonesia mencapai target net zero emissions pada 2060 dalam ajang Global Sustainable Development Congress 2026 di Jakarta.
Perusahaan-perusahaan tersebut menawarkan beragam inovasi di bidang carbon accounting, pelaporan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG), pemetaan keanekaragaman hayati, pemantauan dan optimalisasi rantai pasok, hingga sistem pembayaran yang mendukung aksi iklim.
Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier mengatakan kerja sama di bidang transisi energi hijau menjadi salah satu prioritas utama hubungan kedua negara.
“Australia dan Indonesia adalah tetangga dekat, sahabat, serta mitra, dan transisi energi hijau kini menjadi prioritas bagi kedua negara. Di bawah Strategi Ekonomi Australia untuk Asia Tenggara dan melalui KINETIK, Kemitraan Iklim dan Infrastruktur Australia–Indonesia, kami telah membangun landasan yang kokoh untuk kerja sama jangka panjang,” kata Brazier, dalam siaran pers Kedubes Australia yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 23 Juni 2026.
Dukung Target Net Zero
Selama berada di Indonesia, tujuh perusahaan teknologi scaleups Australia tersebut menjajaki peluang kerja sama dan kemitraan yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.Kehadiran mereka juga membawa pengalaman Australia dalam penerapan standar ESG, carbon accounting, pasar modal berbasis alam (natural capital markets), serta pembiayaan berkelanjutan.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan target Indonesia untuk menurunkan emisi karbon dan memperkuat pembangunan berkelanjutan dalam beberapa dekade mendatang.
Program Landing Pad
Head of the Australian Trade and Investment Commission (Austrade) untuk Asia Tenggara, Catherine Gallagher, mengatakan Australia berupaya menyelaraskan kapabilitas teknologi dan inovasi yang dimiliki dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan Indonesia.“Melalui program Landing Pad dari Austrade, Australia menyelaraskan kemampuan dan keahlian kami dengan prioritas nasional Indonesia untuk mempercepat menuju transisi keberlanjutan. Perusahaan teknologi scaleups Australia siap merespons peluang komersial yang terus berkembang dengan solusi yang dapat diterapkan dan siap untuk dipasarkan,” ujarnya.
Program Landing Pad merupakan inisiatif Austrade yang membantu perusahaan teknologi dan perusahaan skala menengah Australia memperluas bisnis ke pasar internasional.
Melalui program tersebut, peserta memperoleh dukungan berupa pemahaman pasar, pengalaman langsung di lapangan, akses ke calon pelanggan dan mitra bisnis, koneksi dengan regulator serta integrator sistem, hingga pendampingan dalam menyusun strategi masuk pasar.
Perkuat Kerja Sama Indonesia-Australia
Kunjungan kelompok perusahaan teknologi iklim dan keberlanjutan ini menjadi program Landing Pad keempat yang dijalankan Austrade di Indonesia.Inisiatif tersebut mencerminkan semakin eratnya kerja sama ekonomi Indonesia dan Australia, khususnya dalam bidang transisi energi, pembangunan berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi untuk menghadapi tantangan perubahan iklim.
Melalui kolaborasi ini, kedua negara berharap dapat mempercepat adopsi solusi inovatif yang mendukung ketahanan ekonomi sekaligus pencapaian target pengurangan emisi karbon di kawasan.
Baca juga: Australia Perkuat Ketahanan Energi Indonesia Lewat Tambahan Kargo LPG