Pramono Evaluasi Kinerja PPSU Buntut Kasus Foto Manipulasi AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Pramono Evaluasi Kinerja PPSU Buntut Kasus Foto Manipulasi AI

Aris Setya • 15 April 2026 16:34

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar Town Hall Meeting sebagai langkah tegas untuk mengevaluasi dan membenahi kinerja Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Langkah ini diambil menyusul mencuatnya kasus manipulasi laporan aduan warga di aplikasi JAKI yang menggunakan foto buatan kecerdasan buatan (AI) di wilayah Kalisari.

"Acara ini diadakan semata-mata memang untuk memperbaiki kinerja PPSU yang ada di Jakarta. Walaupun setelah kami dalami berbagai persoalan, termasuk yang di Kalisari, memang itu betul-betul mencoreng wajah Jakarta," ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Rabu, 15 April 2026.
 


Pramono menegaskan bahwa pertemuan yang dihadiri lurah, camat, hingga wali kota ini bertujuan memperbaiki sistem kerja agar lebih profesional dan akuntabel. Ia menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar meninggalkan budaya kerja yang sekadar formalitas demi mendapatkan apresiasi atasan.

"Saya minta tidak boleh lagi hanya sekadar memberikan atau menyenangkan pimpinan, tetapi kerja riil di lapangan," tegas Pramono.

Meski memberikan teguran keras, Pramono tetap mengapresiasi dedikasi PPSU yang telah berkontribusi menjaga infrastruktur Jakarta selama setahun terakhir. Ia berharap agenda evaluasi ini menjadi titik balik bagi aparatur pemerintah daerah untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kepercayaan publik.


Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) atau pasukan oranye. Foto: Metro TV/Vania Liu.

"Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat untuk PPSU dan jajaran pemerintah di DKI Jakarta untuk memperbaiki diri," tambah Pramono.

Terkait kasus di Kalisari, Pemerintah Kota Jakarta Timur telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah. Keputusan tersebut diambil sembari menunggu hasil investigasi mendalam dari pihak Inspektorat terkait skandal laporan fiktif tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)