Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
Jurus PLN EPI Perkuat Ekosistem Biomassa
Eko Nordiansyah • 22 August 2026 13:35
Jakarta: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat ekosistem biomassa nasional melalui pengembangan rantai pasok yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Perusahaan membangun kemitraan dengan petani, kelompok tani, badan usaha, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk keberlanjutan pasokan biomassa.
Pendekatan tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan bahan bakar co-firing di PLTU, tetapi juga membuka pasar baru bagi hasil samping pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat ekonomi sirkular di sektor pertanian.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, sektor pertanian tidak hanya berperan menjaga ketahanan pangan, tetapi juga mampu menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. PLN EPI juga mengintegrasikan pengembangan bioenergi dengan pemberdayaan sektor pertanian.
"Melalui pemanfaatan limbah dan residu pertanian, PLN EPI terus membangun ekosistem biomassa yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat, memperkuat rantai pasok energi primer, sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujar Mamit dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.

(Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir meraih penghargaan pada ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026. Foto: Dok istimewa)
Kolaborasi berbagai pihak
Menurut Mamit, keberhasilan pengembangan biomassa tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan inovasi yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan di lapangan.Mamit menjelaskan, model kolaborasi tersebut sejalan dengan tema forum yang mengedepankan modernisasi pertanian sebagai penggerak peningkatan produksi pangan dan bioenergi untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan dan energi nasional.
"Ke depan, PLN EPI akan terus memperkuat kemitraan dengan para petani, kelompok tani, pemerintah daerah, serta pelaku usaha agar biomassa tidak hanya menjadi solusi energi terbarukan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional," kata Mamit.
Melalui limbah pertanian sebagai bahan bakar biomassa untuk program co-firing PLTU, PLN EPI terus menghadirkan solusi yang menghubungkan sektor pertanian dan energi dalam satu rantai nilai yang saling menguatkan. Dengan demikian, biomassa tidak hanya menjadi instrumen percepatan transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE).
Inovasi pengembangan biomassa
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir meraih penghargaan Excellence Leadership in Energy Transition Through Biomass Acceleration Development Program pada ajang Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) Innovation Award 2026 yang merupakan bagian dari rangkaian The 12th Inagritech 2026 – Indonesia International Agriculture Technology Expo.Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan hasil observasi dan penilaian Forum Sinergi Inovasi Industri (FSII) sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong percepatan pengembangan biomassa untuk mendukung transisi energi nasional.
Pada ajang tersebut, Hokkop Situngkir menerima penghargaan atas upaya mendorong pengembangan produksi dan penyerapan biomassa untuk mendukung program cofiring di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
Inisiatif tersebut dinilai mampu menciptakan sinergi antara sektor pertanian dan sektor energi melalui pemanfaatan limbah serta residu pertanian sebagai sumber energi terbarukan yang memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung pengurangan emisi.