IES 2026: Jakarta Bidik Top 50 Kota Global Lewat Infrastruktur dan Investasi

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (Metrotvnews.com)

IES 2026: Jakarta Bidik Top 50 Kota Global Lewat Infrastruktur dan Investasi

Willy Haryono • 3 February 2026 19:34

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong ibu kota masuk jajaran 50 kota global dunia melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan ekosistem bisnis yang transparan dan dipercaya investor.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri peluncuran Indonesia City Investment Accelerator ASEAN dalam rangkaian Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. Ia menyebut peringkat Jakarta saat ini berada di posisi ke-71 dunia, naik dari peringkat 74 sebelumnya, dan ditargetkan menembus 50 besar kota global pada 2029.

“Sekarang Jakarta berada di ranking 71, dari sebelumnya 74. Mudah-mudahan tahun ini bisa naik lebih signifikan menuju target top 50 di 2029,” ujar Pramono kepada wartawan.

Menurutnya, terdapat tiga kata kunci untuk meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global, yakni infrastruktur, sumber daya manusia, dan ekosistem bisnis yang terbuka serta kredibel. Ia menekankan bahwa kepercayaan investor menjadi faktor utama dalam mendorong investasi jangka panjang.

Pramono mengungkapkan realisasi investasi Jakarta sepanjang 2025 mencapai sekitar US$16,9 miliar, atau tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut, menurutnya, menunjukkan kuatnya kepercayaan publik dan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, kepercayaan terhadap Jakarta masih sangat tinggi,” katanya.

Transportasi dan Penanganan Banjir

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyinggung penguatan transportasi publik, termasuk pengembangan layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Blok M dengan wilayah penyangga serta Bandara Soekarno-Hatta. Ia menyebut tarif yang terjangkau dan jalur khusus menjadi keunggulan utama.

“Ini akan menjadi alternatif bagi masyarakat karena biayanya hanya Rp3.500 dan waktu tempuhnya lebih cepat,” ujarnya.

Selain sektor transportasi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan berbagai agenda ekonomi dan budaya menjelang Imlek hingga Idulfitri, seperti festival lampion, pertunjukan seni, serta insentif pajak bagi pusat perbelanjaan yang memberikan diskon. Pramono menilai kebijakan serupa pada periode Natal dan Tahun Baru sebelumnya mampu mendorong transaksi hingga Rp15,2 triliun.

“Jakarta akan kami buat lebih meriah dan colorful, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menangani banjir secara bertahap, termasuk melalui pembangunan infrastruktur jangka menengah di sejumlah titik rawan, guna menjaga keberlanjutan pembangunan kota.

Menutup pernyataannya, Pramono menilai forum internasional seperti IES menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan arah pembangunan Jakarta ke dunia.

“Membangun kepercayaan dan keyakinan investor adalah kunci utama Jakarta ke depan,” ujarnya. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Pramono Paparkan Strategi Investasi Jakarta Menuju Kota Global Berkelanjutan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)