Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026. (Metrotvnews.com)
Pramono Paparkan Strategi Investasi Jakarta Menuju Kota Global Berkelanjutan
Willy Haryono • 3 February 2026 19:19
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mempercepat investasi perkotaan yang berkelanjutan dan inklusif, saat menyampaikan pidato pada sesi “Unlocking Investment for Sustainable Cities: What Does It Take to Accelerate City Investment at Scale?” di Indonesia Economic Summit (IES), Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Dalam forum tersebut, Pramono menyoroti sejumlah proyek infrastruktur strategis yang tertunda selama bertahun-tahun, seperti monorel dan Rumah Sakit Internasional Sumber Waras, yang kini mulai direalisasikan.
“Banyak proyek yang sudah puluhan tahun tertunda, dan tugas saya sekarang adalah memastikan proyek-proyek itu benar-benar dieksekusi,” ujarnya.
Ia menyebut monorel di kawasan Rasuna Said ditargetkan mulai beroperasi pada akhir September. Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Internasional Sumber Waras diharapkan dapat dimulai pada pertengahan tahun ini setelah diajukan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Presiden.
Pramono juga menyinggung penyelesaian persoalan akses menuju Jakarta International Stadium (JIS), termasuk penguatan konektivitas dengan kawasan Ancol serta penyediaan layanan bus pengumpan. Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan persoalan parkir saat berlangsungnya kegiatan berskala besar.
Dari sisi kinerja ekonomi, Pramono mengungkapkan kontribusi ekonomi Jakarta tumbuh 4,96 persen pada kuartal III 2025, mencerminkan ketahanan dan daya saing ibu kota di tengah tekanan perkotaan yang kompleks.
“Ke depan, Jakarta menargetkan masuk 50 besar kota global dunia pada 2030,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan arah kebijakan pembangunan jangka menengah 2025–2029 yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur terintegrasi, keberlanjutan lingkungan, serta percepatan digitalisasi dan investasi.
Pramono menambahkan, Jakarta terus memperluas transportasi publik melalui pengembangan MRT Jakarta, Transjakarta, serta pembukaan rute baru Blok M–Bandara Soekarno-Hatta guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.
“Transportasi publik adalah kunci untuk mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas hidup warga,” ujarnya.
Di bidang investasi, realisasi investasi Jakarta pada 2025 tercatat mencapai sekitar US$16,9 miliar, atau tumbuh 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Pramono, capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap Jakarta sebagai pusat ekonomi yang terbuka dan adaptif.
Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan Jakarta Investment Master Plan 2025–2045, menyederhanakan 44 jenis perizinan usaha, serta meluncurkan Jakarta Collaboration Fund sebagai skema pembiayaan inovatif.
“Bagi saya, yang paling penting adalah membangun kepercayaan investor terhadap pemerintah Jakarta,” katanya.
Menutup pidatonya, Pramono menegaskan bahwa percepatan investasi kota tidak hanya soal pendanaan, tetapi juga kepastian kebijakan dan tata kelola yang kredibel. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan berdaya saing. (Keysa Qanita)
Baca juga: IES 2026: Airlangga Tegaskan Posisi Indonesia sebagai Middle Power Global