Ilustrasi telur. Foto: MI/Hendrik Simorangkir
Wabah Flu Burung, Harga Telur di AS Melonjak Tinggi
Annisa Ayu Artanti • 21 January 2025 10:41
Jakarta: Harga telur di Amerika Serikat mengalami lonjakan drastis dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi konsumen dan mengancam stabilitas pasar pangan.
Melansir Xinhua, Selasa, 21 Januari 2025, harga telur meningkat sekitar 38 persen selama setahun terakhir. Data Indeks Harga Konsumen Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan harga rata-rata selusin telur mencapai USD3,65 pada November, naik dari USD2,14 pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Di beberapa kota, lonjakan harga lebih tajam. Di New York, harga selusin telur meningkat menjadi USD6,06. Di California, harga telur mencapai USD8,97 pada awal Januari.
Baca juga:
Pasar Bereaksi Usai Pidato Donald Trump, Dolar Turun 1,2% |
.jpg)
Ilustrasi telur. Foto: MI/Hendrik
Harga telur bahkan habis dari rak toko
Situasi ini disebabkan oleh wabah influenza unggas, yang juga dikenal sebagai flu burung. Virus ini telah menyebar ke seluruh 50 negara bagian di AS selama dua tahun terakhir, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.Berdasarkan data dari Departemen Pertanian AS, lebih dari 20 juta ayam mati akibat wabah tersebut pada kuartal terakhir. Hal ini meningkatkan harga telur dan belum jelas kapan situasi akan membaik.
Seorang peneliti senior nonresident di Peterson Institute for International Economics, Gary Clyde Hufbauer, mengatakan kepada Xinhua sejauh ini, belum ada solusi untuk flu burung, sehingga diperkirakan harga telur akan terus meningkat. (Laura Oktaviani Sibarani)