Pengamat:  Dukungan Jokowi Kepada Salah Satu Calon Belum Tentu Signifikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Sekretariat Presiden

Pengamat: Dukungan Jokowi Kepada Salah Satu Calon Belum Tentu Signifikan

18 May 2023 13:26

Upaya Presiden Joko Widodo yang dinilai turut memberikan dukungan politik terhadap kandidat tertentu dinilai tidak terlalu signifikan terhadap pemilih.

Analis Politik Sekaligus CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan dari hasil survei yang dilakukan lembaganya pada November 2022, hanya 25% pemilih yang pilihan politiknya terpengaruh oleh arah dukungan yang diberikan oleh Presiden Jokowi.

"Sisanya mayoritas publik 65,7 % tidak terpengaruh capres dukungan Jokowi terhadap keputusan rakyat dalam memilih dan 9,3% tidak menjawab," ujar Analis Politik Sekaligus CEO & Founder Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Kamis (18/5/2023).

Menurut Syarwi, arah dukungan (endorse) Presiden Jokowi tidak memberikan pengaruh yang cukup kuat untuk mengiring pemilih kepada kandidat tertentu. Ia menegaskan pilihan calon presiden tetap berada di tangan rakyat.

"Tetap rakyat yang berdaulat, presiden Jokowi hanya menjalankan mandat rakyat," ucap Pangi Syarwi.

Syarwi lebih jauh menjelaskan, Gen-Z dan Gen- Milenial yang presentasenya mencapai 60%, tidak mudah terpengaruh oleh tokoh agama, adat, orang tua mereka, tokoh berpengaruh seperti RW, RT, Lurah, Camat dan aparatur pemerintah lainnya, termasuk presiden.

"Mereka relatif punya preferensi politik yang cukup memadai dan punya banyak kanal informasi sehingga keputusan politik mereka benar-benar otonom alias tidak mudah dipengaruhi oleh siapapun," ungkap Syarwi.

Presiden, sambung Syarwi, diminta untuk netral sehingga rakyat dapat menentukan preferensinya dalam memilih sosok calon presiden.

"Jangan dibonsai suara rakyat, kriteria presiden biarlah rakyat yang menentukan. Tidak boleh di intervensi oleh pikiran intersubjektif presiden. Biarkan rakyat secara mandiri menentukan nasibnya sendiri di dalam memutuskan preferensi pilihan presiden yang tepat," tutur Syarwi.

Seperti diberitakan, beberapa hari lalu, Presiden Joko Widodo menghadiri Musyawarah Rakyat (Musrw) relawan pro Jokowi. Syarwi menilai ada pesan yang disampaikan dari hadirnya Jokowi ke acara itu. Jokowi, menurutnya, ingin memastikan calon wakil presiden yang berpasangan dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo adalah orang yang tepat sesuai dengan yang diinginkan.

Syarwi berpendapat melalui ajang Musra, Jokowi sedang mengirim pesan yakni pesan kepada internal relawan untuk bahu membahu melakukan penguatan soliditas relawan, pesan kepada partai politik untuk mendengarkan suara relawan, suara relawan harus diperhitungkan dan pesan selain dukungan partai politik, Jokowi masih punya dukungan jejaring yang kuat di akar rumput melalui simpul-simpul relawan.

"Musra sepertinya sudah dijadikan sebagai daya tawar oleh Jokowi untuk bernegosiasi dengan partai politik (terutama dengan PDI-P) untuk memuluskan langkahnya, dan sejauh ini telah terbukti cukup ampuh.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhammad Ali Afif)