Menekraf Dorong Batik Jabar Tembus Pasar Global Lewat Fesyen dan Desain

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya saat acara Jambore Batik Jawa Barat 2026 sekaligus peluncuran buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat. (Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan)

Menekraf Dorong Batik Jabar Tembus Pasar Global Lewat Fesyen dan Desain

Roni Kurniawan • 25 October 2026 14:59

Bandung: Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan subsektor fesyen, kriya, dan desain untuk meningkatkan nilai tambah batik Jawa Barat. Pengembangan ketiga subsektor tersebut dinilai mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan perajin, serta memperluas jangkauan pasar batik hingga tingkat global.

"Melalui subsektor fesyen, batik hadir dalam kehidupan sehari-hari dan mampu menjangkau pasar yang semakin luas," ujar Teuku Riefky dalam sambutan secara virtual saat acara Jambore Batik Jawa Barat 2026 sekaligus peluncuran buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat di Hotel Golden Flower Bandung, Minggu 25 Oktober 2026.

Riefky menilai batik memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif karena memadukan kekayaan budaya, inovasi produk, dan peluang bisnis. Keterampilan membatik menjadi bagian dari subsektor kriya, sementara motif dan cerita di baliknya dapat dikembangkan menjadi karya baru melalui desain.


Riefky menegaskan, keterhubungan antara fesyen, kriya, dan desain perlu terus diperkuat di Jabar. Sinergi tersebut dapat menjadi strategi untuk mengangkat keunikan daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk batik di tengah perkembangan industri kreatif.

Riefky juga mengapresiasi peluncuran buku Kinarya dan Ekspresi Artistik Batik Jawa Barat. Menurutnya, dokumentasi kekayaan batik daerah tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi referensi dan inspirasi bagi perajin, desainer, pelaku industri fesyen, hingga generasi muda untuk menghasilkan karya inovatif tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

"Dokumentasi batik tidak hanya menjadi sumber pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi para perajin, desainer, pelaku industri fesyen, serta generasi muda untuk mengembangkan karya-karya yang tetap berakar pada identitas budaya Jawa Barat," beber Riefky.


Budaya membatik. Foto: Istimewa


Selain penguatan dokumentasi dan inovasi desain, Riefky menyoroti pentingnya pendidikan dalam menjaga keberlanjutan budaya batik. Ia mengapresiasi pengembangan kurikulum batik sebagai muatan lokal di sekolah untuk mengenalkan tradisi membatik kepada generasi muda sejak dini.

"Pengenalan batik melalui dunia pendidikan menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa sekaligus mempersiapkan generasi kreatif yang mampu mengembangkan potensi batik pada masa mendatang," ungkap Riefky.

Riefky berharap kolaborasi antara perajin, desainer, pelaku usaha, institusi pendidikan, dan pemerintah semakin kuat. Kolaborasi tersebut perlu disertai peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta strategi pemasaran yang lebih baik agar batik Jawa Barat mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

"Melalui peningkatan kualitas produk, inovasi desain, serta pemasaran yang semakin baik, kita dapat mendorong batik Jawa Barat agar mampu menjangkau pasar nasional hingga global," ungkap Riefky.

(Silvana Febiari)