BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sulawesi Utara

Ilustrasi: Hujan lebat mengguyur wilayah Kota Manado. ANTARA/Karel A Polakitan

BMKG Waspadai Hujan Lebat dan Angin Kencang di Sulawesi Utara

Silvana Febiari • 22 October 2026 23:43

Manado: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut). Masyarakat dan pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut.

"Waspada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, serta peningkatan akumulasi curah hujan harian," kata Koordinator Bidang Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Karina Husna, dilansir Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.

Monsun Australia aktif sejak April 2026 dan diprediksi akan terus aktif pada periode September–Oktober 2026. Kondisi ini menyebabkan angin dominan dari tenggara hingga selatan.


Sementara El Nino dengan intensitas sangat kuat dengan indeks NINO 3.4 +2.76 dan Southern Oscillation Index (SOI) -19.0 menyebabkan terhambatnya pertumbuhan awan. Hal ini mengakibatkan penurunan curah hujan, kekeringan, serta tingginya risiko kebakaran.

Berikutnya, terdapat Siklon Tropis Champi di Samudra Pasifik timur Filipina yang menyebabkan angin kencang, serta adanya belokan angin (shearline) yang mendukung potensi pertumbuhan awan di wilayah Sulawesi Utara.

Pada 22 Oktober, angin kencang dapat terjadi di wilayah Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Kemudian pada 23 Oktober, berpotensi terjadi di Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sitaro, dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.


Hujan lebat/Ilustrasi Medcom.id


Sementara hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada 24 Oktober berpotensi terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, serta Kabupaten Kepulauan Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Selanjutnya, potensi hujan juga dapat terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud pada 25 Oktober. 

(Silvana Febiari)