Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Dunia Turun, Brent Masih di USD105 per Barel
Eko Nordiansyah • 13 October 2026 08:35
Houston: Harga minyak dunia turun pada awal perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, setelah Rusia menyatakan ekspor dieselnya mungkin melampaui volume yang diumumkan. Serta terjadi kesepakatan pasokan dengan AS, yang mengindikasikan perbaikan pasokan.
Namun, harga minyak mentah tetap berada di dekat level tertinggi baru-baru ini karena pasar mempertanyakan klaim Presiden AS Donald Trump mengenai gencatan senjata Rusia-Ukraina, sementara ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut.
Dikutip dari Investing, kontrak berjangka minyak Brent turun 0,9 persen menjadi USD105,72 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,9 persen menjadi USD92,92 per barel. Kedua kontrak tersebut masing-masing telah naik lebih dari satu persen pada Senin.
Rusia isyaratkan peningkatan ekspor diesel
Penurunan harga minyak pada hari Selasa terjadi setelah Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menyatakan pada Senin malam, Rusia akan mampu mengembalikan ekspor diesel ke tingkat di atas yang digariskan oleh Presiden AS Donald Trump dalam kesepakatan pasokan dengan Moskow.Trump mengatakan pada Jumat, Rusia telah setuju untuk memasok diesel secara global, dan bahwa pemerintahannya untuk sementara mencabut sanksi terhadap bahan bakar Rusia.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Langkah tersebut diambil di tengah pasokan bahan bakar global yang semakin ketat akibat gangguan di Timur Tengah dan operasi kilang global, serta memunculkan harapan akan perbaikan pasokan.
Trump juga secara tak terduga mengumumkan "gencatan senjata energi" antara Rusia dan Ukraina, meskipun belum jelas apakah kedua belah pihak telah menyepakati gencatan senjata tersebut.
Konflik Timur Tengah memanas
Harga minyak sempat turun setelah komentar Trump. Namun, harga dengan cepat berbalik arah menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.Gangguan pasokan di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran menyerang infrastruktur sipil dan energi di Arab Saudi pada akhir pekan lalu.
Trump menyatakan Washington mungkin akan membantu Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi.
Secara terpisah, AS dan Iran masih berselisih terkait Selat Hormuz. Meskipun aktivitas pelayaran di jalur air tersebut sempat membaik pada bulan September, serangan baru yang dilakukan Iran kembali menghambat aktivitas dan arus minyak pada bulan ini.