Kekeringan, BPBD: Seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat Terdampak Krisis Air Bersih

Ilustrasi. Petugas BPBD menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. (Foto: ANTARA Jatim/Destyan Sujarwoko/mas.)

Kekeringan, BPBD: Seluruh Kabupaten Kota di Jawa Barat Terdampak Krisis Air Bersih

Media Indonesia • 21 October 2026 13:23

Jawa Barat: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyebut bahwa kekeringan dan krisis air bersih di wilayahnya terus meluas. HIngga pekan ini, wilayah terdampak sudah mencapai 879 desa dan kelurahan yang tersebar di 281 kecamatan. 

"Jumlah ini meluas dari pekan sebelumnya, dengan jumlah 840 desa dan kelurahan di 276 kecamatan. Seluruh 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat sudah terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih," ungkap Humas BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Rabu, 21 Oktober 2026.


Ilustrasi. ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar/agr

Hadi merinci, total warga terdampak saat ini telah menembus angka 429.634 Kepala Keluarga (KK) atau mencapai 1,4 juta jiwa. Merespons kondisi darurat tersebut, tim gabungan telah mendistribusikan total 40,7 juta liter air bersih.

Penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi masif BPBD bersama sejumlah instansi, meliputi PMI, PDAM, Pemadam Kebakaran, Kepolisian (Polres), Kodim, BBWS, Baznas, Kementerian PU, Tagana, unsur pemerintah daerah, komunitas, hingga sektor dunia usaha.

Berikut adalah rincian tiga wilayah dengan jumlah warga terdampak krisis air terbesar di Jawa Barat:
  • Kabupaten Bogor: 121.855 KK (412.755 jiwa).
  • Kabupaten Purwakarta: 54.270 KK (173.442 jiwa).
  • Kabupaten Bekasi: 37.982 KK (112.250 jiwa).

Sementara itu, fokus alokasi pasokan air bersih terbesar disalurkan ke daerah-daerah berikut:
  • Kabupaten Bekasi: 15,8 juta liter.
  • Kabupaten Bogor: 7,6 juta liter.
  • Kabupaten Ciamis: 3,3 juta liter.
  • Kota Tasikmalaya: 2,5 juta liter.
"Seluruh wilayah di Jawa Barat masih mengalami kemarau panjang. Kekeringan terus meluas, namun BPBD berupaya memberikan bantuan air bersih yang dibutuhkan warga," tambah Hadi.

(Lukman Diah Sari)