Siaga Darurat Kekeringan di Cianjur Diperpanjang hingga November

Ilustrasi: Musim kemarau panjang masih dirasakan petani di wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. ANTARA/Ahmad Fikri.

Siaga Darurat Kekeringan di Cianjur Diperpanjang hingga November

Silvana Febiari • 19 October 2026 17:57

Cianjur: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat status darurat siaga kekeringan diperpanjang satu bulan hingga November 2026. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi cuaca dan curah hujan yang belum menunjukkan peningkatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan status siaga darurat kekeringan di Jawa Barat (Jabar) telah diperpanjang BPBD Jabar hingga November 2026 karena curah hujan masih rendah.

"Peralihan musim kemarau menuju musim hujan berlangsung lebih lambat dan berpengaruh terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Cianjur," kata Samudra, dilansir dari Antara, Senin, 19 Oktober 2026.


Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino yang berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan masih berdampak hingga 2027.

Pihaknya berharap peralihan musim dapat segera tiba. Hujan dapat kembali meningkatkan ketersediaan air di wilayah yang terdampak kekeringan, terutama di wilayah timur dan selatan Cianjur yang masih dipasok dengan mobil tangki.

"Awal Oktober sempat turun hujan di Cianjur berturut-turut selama empat hari, namun durasinya hanya sekitar 15 menit dan belum merata di seluruh wilayah, bahkan sejumlah wilayah di selatan belum turun hujan," jelasnya.


Seorang petani menabur pupuk urea pada tanaman padi yang mengalami kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/agr


Hingga saat ini, pihaknya bersama dinas dan instansi terkait masih rutin mendistribusikan air bersih ke sejumlah kecamatan terdampak kekeringan. Sebab, minimnya sumber air yang dimiliki warga.

Tercatat setiap hari pendistribusian air bersih mencapai 20 ribu liter ke empat kecamatan, seperti Kecamatan Sukaluyu, Mande, Cikalongkulon, dan Karantengah, berkoordinasi dengan Perumdam Cianjur, Polres Cianjur, PMI Cianjur, dan Dinas PUTR Cianjur.

"Masih terus berjalan pendistribusian dengan harapan hujan segera turun agar sumber air bersih warga kembali tercukupi, selama masih kemarau pelayanan air bersih dari truk tangki akan terus diberikan," ungkapnya.

(Silvana Febiari)