Prancis Tuduh Israel Toleran terhadap Kekerasan dan Perampasan Tanah di Tepi Barat

Asap dari bentrokan antara pemukim ilegal Israel dan warga Palestina di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Prancis Tuduh Israel Toleran terhadap Kekerasan dan Perampasan Tanah di Tepi Barat

Muhammad Reyhansyah • 28 September 2026 15:07

Paris: Prancis menuduh pemerintah Israel menunjukkan tingkat toleransi yang “salah dan memalukan” terhadap meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina serta pengambilalihan wilayah Palestina di Tepi Barat.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan terjadi lonjakan kekerasan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilakukan warga Israel ekstremis terhadap warga Palestina di wilayah tersebut.

“Ada tingkat toleransi yang salah dan memalukan dari pemerintah Israel terhadap apa yang terjadi di Tepi Barat,” kata Barrot kepada radio France Inter dan stasiun televisi France 2, Senin, 28 September 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pernyataan serupa dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Macron mengatakan pelanggaran terjadi setiap hari di Tepi Barat dan mencatat bahwa kelompok perlawanan Palestina Hamas tidak pernah beroperasi di wilayah tersebut.

Barrot membela pernyataan Macron dan mengatakan ucapan Presiden Prancis tersebut tidak boleh dipisahkan dari konteksnya.

“Argumen presiden jelas: kebijakan pemerintah Israel tidak melemahkan kelompok perlawanan Palestina Hamas, baik di Gaza maupun di Tepi Barat,” ujar Barrot.

Ketika ditanya apakah Hamas beroperasi di Tepi Barat yang diduduki, Barrot tidak memberikan jawaban langsung “ya” atau “tidak."

Ia menegaskan bahwa posisi Paris berbeda dengan pemerintah Israel dan mengatakan upaya melawan Hamas tidak dapat dijadikan alasan untuk membiarkan tindakan yang melanggar hukum di wilayah tersebut.

Dalam isu keamanan Eropa yang lebih luas, Barrot juga memperingatkan bahwa tindakan bermusuhan Rusia terhadap negara-negara Eropa, termasuk Prancis, meningkat tajam sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022.

Baca juga: Israel Cabut Akreditasi Diplomat Belanda usai Sanksi Dagang Permukiman Tepi Barat

(Willy Haryono)