Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pengacara Dampingi Keluarga Taruna Poltekpel Malahayati

Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti mendatangi rumah duka keluarga almarhum di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Foto: Istimewa

Wali Kota Lhokseumawe Siapkan Pengacara Dampingi Keluarga Taruna Poltekpel Malahayati

Fajri Fatmawati • 3 October 2026 18:27

Lhokseumawe: Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar menyiapkan pendampingan hukum bagi keluarga Muhammad Rasya Fadilla, taruna D-III Studi Nautika Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh yang meninggal dunia. Pendampingan diberikan untuk membantu keluarga mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.

“Pemerintah Kota Lhokseumawe siap membantu keluarga korban. Almarhum adalah putra Lhokseumawe kita. Karena itu, pemerintah akan terus mengawal proses ini dan memberikan pendampingan yang diperlukan kepada keluarga,” kata Sayuti saat mendatangi rumah duka keluarga almarhum di Gampong Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Sayuti menyampaikan belasungkawa kepada kedua orang tua almarhum. Ia juga mendengarkan penyampaian keluarga terkait perkara yang sedang ditangani.


Pemko Lhokseumawe akan mengirimkan pengacara untuk mendampingi keluarga dalam mengikuti proses hukum. Pendampingan tersebut dilakukan agar keluarga memperoleh bantuan dalam menjalani proses penanganan perkara.

"Saya akan mengirimkan pengacara untuk mendampingi keluarga. Kita akan terus mengawal proses ini agar persoalan dapat ditangani secara serius dan keluarga mendapatkan kejelasan,” ujarnya.

Pemko Lhokseumawe akan terus mengikuti perkembangan perkara dan berkoordinasi dengan pihak terkait. Namun, penanganan perkara tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum dan akan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

"Pemko Lhokseumawe, akan memastikan keluarga mendapatkan pendampingan yang diperlukan selama proses tersebut berlangsung," jelas Sayuti.


Personel Satreskrim Polresta Banda Aceh saat melakukan penyelidikan terkait meninggalnya taruna Poltekpel Malahayati Aceh, di RSUDZA Banda Aceh, Minggu, 27 September 2026. (ANTARA/HO/Humas Polresta Banda Aceh)


Sebelumnya, Muhammad Rasya Fadilla, mahasiswa Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, meninggal dunia ketika menjalani tahapan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek). Pihak keluarga menduga ada indikasi kekerasan di balik kematian korban setelah menemukan sejumlah luka lebam pada tubuhnya.

Peristiwa ini bermula pada Minggu, 27 September 2026, saat keluarga mendapat kabar bahwa korban dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh akibat demam tinggi.

Ibu korban, Nurlaila, sempat melakukan panggilan video dengan putranya saat dalam perjalanan dari Lhokseumawe. Dalam percakapan singkat tersebut, korban mengeluhkan kondisi fisiknya yang mengalami sesak napas.

(Silvana Febiari)