Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Suahasil: Dividen Danantara Tak Masuk dalam APBN 2026-2027
Andika Fauzan Azhari • 8 October 2026 11:49
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memastikan penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dan 2027 tidak memperhitungkan setoran dividen dari Danantara. Ia mengatakan, dividen tersebut tidak tercatat dalam postur penerimaan negara.
"Saat ini saya bekerja dengan APBN 2026 yang tidak ada dividen Danantara di situ. Saat ini saya juga bekerja mempersiapkan APBN 2027 yang tidak ada dividen Danantara di situ, tidak tercatat," ujar Menkeu Suahasil dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Suahasil menjelaskan, kontribusi utama Danantara kepada negara tidak hanya diukur dari besaran dividen berupa uang tunai. Menurut dia, indikator keberhasilan lembaga tersebut diukur melalui dampak aktivitas bisnis dan eksekusi proyek di lapangan.
"Dividen Danantara yang paling penting adalah pekerjaan Danantara. Apa saja agenda kerja, apa saja proyek yang mau dilakukan, apa saja aktivitas yang didesain dan akan dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat Indonesia, itulah dividen Danantara yang paling utama," tambah Suahasil.
.jpg)
Ilustrasi Gedung Danantara. Foto: dok Danantara.
Sinergi mendorong dampak ekonomi nyata
Suahasil menekankan, Danantara dirancang untuk mengelola aset negara guna memperluas penciptaan lapangan kerja. Kinerja Danantara diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, mendorong produksi barang dan jasa, serta menghubungkan investasi swasta ke dalam perekonomian domestik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan optimisme terhadap kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun ini. Setelah mencatatkan pertumbuhan 5,45 persen pada semester I-2026, ekonomi Indonesia diproyeksikan bakal melaju lebih kencang di semester berikutnya.
"Lalu kemudian semester dua ini kami yakin bisa tumbuh di sekitar 5,5 persen sampai dengan 5,6 persen," kata Suahasil.