Garis polisi terpasang di salah satu rumah yang hancur akibat ledakan gas di Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakbar. Foto: Antara.
Polisi Olah TKP Ledakan Gas di Duri Kepa Jakbar
Anggi Tondi Martaon • 5 November 2026 17:04
Jakarta: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) atas insiden ledakan tabung gas di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis pagi, 5 November 2026. Peristiwa tersebut menyebabkan lima orang terluka parah.
Kanit Reskrim Polsek Kebon Jeruk AKP Sobari mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah alat bukti. "Sudah kita cek, tadi kan ada korban juga, sudah penanganan. Kita sudah okah TKP," kata Sobari dikutip dar Antara, Kamis, 5 November 2026.
Sobari menyampaikan pihaknya belum dapat memeriksa sejumlah saksi utama. Sebab, mereka masih dirawat di rumah sakit setelah terluka parah dalam insiden tersebut.
"Nanti akan kita sampaikan lagi perkembangannya," tutur Sobari.
Dari pantauan Antara, sejumlah bangunan terdampak akibat ledakan tersebut. Sebanyak tiga bangunan di antaranya nampak rusak parah, dengan dinding serta tiang penyangga roboh.
Garis polisi terpasang di sekitar lokasi. Hal itu pertanda petugas kepolisian telah melakukan oleh Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sebanyak 12 orang terluka dalam ledakan tabung gas di Jalan Guji Baru, RT/RW 06/02 Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Kamis pagi, 5 November 2026. Sebanyak tujuh korban luka ringan dan lima orang menderita luka berat.
"Yang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu ada empat orang, ditambah satu orang, totalnya jadi ada lima orang. Yang luka bakar ringan itu ada tujuh orang," kata Lurah Duri Kepa Arie Lystha.
Arie mengatakan ledakan yang terjadi sekitar pukul 04.21 WIB itu mengakibatkan 10 rumah terdampak kerusakan. Sebanyak tiga dari 10 rumah mengalami rusak parah.
"Untuk korbannya ada 29 orang dengan 13 KK (Kepala Keluarga)," sebut Arie.
Dalam sepekan ke depan, pihak kelurahan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta instansi terkait akan menyalurkan kebutuhan logistik kepada para korban.
"Dalam satu minggu ini kita akan menyalurkan logistik berupa makanan dari kelurahan. Kalau dari Dinsos dan dari BPBD sudah (dikirimkan), bentuk logistiknya beras dan minyak. Dari Dinas Sosial, ini lagi pengajuan untuk kompor, kemudian peralatan masak," kata Arie.
Arie mengatakan para korban tidak bisa menempati rumah mereka karena rusak parah. Mereka bakal diungsikan.
Khusus bagi para korban anak, pihak kelurahan bakal berkoordinasi dengan PMI. Hal itu dilakukan agar para korban anak mendapat penanganan khusus.
"Untuk anak-anaknya tentu ada pendampingan dari RPTRA. Kemudian saya juga minta pendampingan dari bidang penanganan anak-anak dari PMI," ujar Arie.