BSKDN Kemendagri menggelar rangkaian penilaian IGA 2026 secara virtual dari Command Center BSKDN dan Ruang Video Conference BSKDN, Rabu, 4 November 2026. Dok. Istimewa
Inovasi Daerah Harus Punya Nilai Tambah dan Manfaat Nyata
Achmad Zulfikar Fazli • 4 November 2026 19:37
Jakarta: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan inovasi jangan sekadar terobosan kreatif. Inovasi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat.
Hal ini disampaikan Ahmad Luthfi saat memaparkan inovasi unggulan di bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan pertanian sebagai rangkaian penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 yang. Kegiatan digelar Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual dari Command Center BSKDN dan Ruang Video Conference BSKDN, Rabu, 4 November 2026.
“Inovasi ini tidak hanya merupakan suatu terobosan kreatif, tetapi harus mempunyai nilai tambah, nilai manfaat, serta berkelanjutan. Tanpa adanya nilai tambah, keberlanjutan, dan kebermanfaatan bagi birokrasi dan masyarakat, ini tidak ada gunanya,” ujar Ahmad Luthfi dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 November 2026.
Dia menjelaskan komitmen tersebut diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Inovasi di Jawa Tengah, yang mengatur pelaksanaan inovasi dari implementasi, pemantauan dan evaluasi, hingga pemberian apresiasi.
Dalam paparannya, Ahmad Luthfi memperkenalkan dua inovasi unggulan, yakni Ayo Kerjo (Layanan Ketenagakerjaan Digital Terintegrasi) dan Speling Melesat (Dokter Spesialis Keliling-Mendekatkan Layanan Kesehatan Masyarakat).
Ayo Kerjo dikembangkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Platform ini mengintegrasikan layanan informasi lowongan kerja terverifikasi, pencocokan pekerjaan (job matching), pelatihan, hingga kartu pencari kerja yang dapat diakses selama 24 jam. Peluang kerja yang tersedia juga mencakup pasar internasional, seperti Jepang, Jerman, dan Korea Selatan.
Ayo Kerjo telah menghimpun ratusan ribu lowongan pekerjaan dari ratusan perusahaan dan menjangkau ratusan ribu pencari kerja. Platform ini juga memfasilitasi penempatan tenaga kerja serta menyediakan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja. Pengembangannya melibatkan perusahaan, investor, dan kementerian terkait agar keterampilan tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Sementara itu, Speling Melesat bertujuan mendekatkan layanan dokter spesialis kepada masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan yang memiliki keterbatasan akses kesehatan. Melalui program ini, dokter spesialis diterjunkan langsung ke desa sehingga masyarakat tidak harus selalu datang ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan kesehatan spesialistik.
Hingga 2 November 2026, Speling Melesat telah dilaksanakan 1.857 kali, menjangkau 1.603 desa/kelurahan dengan sasaran 133.132 jiwa. Program ini juga diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang hingga 31 Oktober 2026 menjangkau 20,84 juta jiwa di seluruh 883 puskesmas di Jawa Tengah. Capaian kinerja CKG tercatat 54,19 persen atau melampaui target nasional.
Ahmad Luthfi menyebutkan pelaksanaan Speling Melesat diikuti perbaikan sejumlah indikator kesehatan, antara lain penurunan angka kematian ibu sebesar 21,1 persen, peningkatan penemuan kasus tuberkulosis (TB) sebesar 2,6 persen, skrining kesehatan jiwa sebesar 130,4 persen, skrining IVA sebesar 4,6 persen, dan skrining HPV DNA sebesar 739,5 persen. Integrasi CKG dan Active Case Finding (ACF) TBC juga memungkinkan hasil skrining ditindaklanjuti dokter spesialis sesuai kebutuhan pasien.
.jpg)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Dokumentasi/Istimewa)
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menjelaskan, penguatan ekosistem inovasi di daerahnya didukung regulasi yang mewajibkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menghasilkan minimal dua inovasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menerapkan konsekuensi penundaan pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi perangkat daerah yang belum memenuhi komitmen tersebut.
Lukman memaparkan dua inovasi unggulan Kabupaten Bangkalan, yaitu Karna Pitaloka dan Amphibi (Ambulance Peduli Tretan Dhibi). Keduanya dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pertanian dan kesehatan.
Karna Pitaloka merupakan inovasi pemetaan petak sawah dan identifikasi lahan pertanian berbasis geospasial. Inovasi ini bertujuan memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi agar lebih tepat sasaran sekaligus mendukung perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Melalui pemanfaatan teknologi, inventarisasi lahan produktif, pemberdayaan kelompok tani, dan pendampingan penyuluh, pemerintah daerah berupaya memastikan penyaluran pupuk sesuai kebutuhan petani. Inovasi ini juga mendapat apresiasi dari PT Pupuk Indonesia. Bahkan, Kementerian Pertanian telah berkunjung ke Bangkalan untuk melihat penerapannya sebagai referensi pengembangan kebijakan di tingkat nasional.
Lalu, Amphibi hadir untuk memperluas akses pelayanan kesehatan melalui layanan ambulans dan penanganan pasien gratis selama 24 jam. Layanan ini tidak hanya menjemput pasien dalam kondisi darurat, tetapi juga mendukung penanganan medis sesuai kebutuhan, termasuk pasien dengan penyakit jantung.
“Amphibi telah terbukti dapat diandalkan dengan catatan 393 penerima manfaat pada tahun 2025 serta 241 penerima manfaat hingga September 2026,” ungkap Lukman.
Paparan kedua kepala daerah tersebut memperlihatkan bahwa inovasi dapat dikembangkan dengan berangkat dari persoalan nyata di daerah. Dukungan regulasi, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting agar inovasi mampu memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.