Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Foto: Antara.
Kementerian PU Diminta Prioritaskan Normalisasi Sungai Rawan Banjir di Sumatra
Muhammad Adyatma Damardjati • 28 October 2026 16:47
Jakarta: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memprioritaskan normalisasi sungai di Sumatra. Terutama, sungai di daerah rawan banjir.
"Ada semacam skala super prioritas untuk normalisasi sungai. Ini mohon menjadi perhatian dari teman-teman kepala daerah maupun dari atensi Menko PMK, apalagi sebentar lagi hujan lebat," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
Tito menjelaskan sungai-sungai tersebut mengalami pendangkalan sedimen. Akibatnya, air meluap saat hujan lebat dan memicu banjir.
"Sedimen yang sudah selalu tinggi bisa mengakibatkan terjadinya banjir ketika hujan lebat. Tidak tertampung karena sedimen yang tinggi dan airnya meluap," jelas Tito.
Tito menyebut sejumlah titik krusial yang memerlukan penanganan cepat. Titik itu meliputi Kota Padang, Aceh Tenggara, Kecamatan Tukka di Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Solok.
"Beberapa titik itu mohon menjadi prioritas," tegas Tito.
Tito menambahkan ada permintaan lintas kementerian terkait pembangunan fisik Puskesmas. Total sebanyak enam Puskesmas di Sumatra Utara belum beroperasi karena menunggu bangunan dari Kementerian PU.

Mendagri Tito Karnavian memimpin rapat koordinasi rehab-rekon bencana Sumatra di Gedung Kemendagri. Foto: Metro TV/Damar.
"Menteri Kesehatan siap menyiapkan alat-alatnya dan tenaga, namun bangunannya mereka minta dibangunkan oleh Menteri PU," ujar Tito.
Tito menyebut desa-desa terdampak juga memerlukan perhatian. Ia menjelaskan sejumlah kantor desa rusak berat bahkan hilang akibat bencana.
"Ada beberapa desa yang rusak dan bahkan ada yang hilang. Kementerian Dalam Negeri maupun Kementerian Desa meminta agar pembangunan kantor-kantor desa itu dapat dilaksanakan oleh Kementerian PU," kata Tito.