Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal lubang di Jalan S. Parman, Slipi, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/Risky Syukur
Perbaikan 46 Titik Jalan Jakbar Belum Permanen, Ini Alasannya
Fachri Audhia Hafiez • 27 January 2026 18:01
Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan perbaikan sementara terhadap 46 titik jalan yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir di wilayah Jakarta Barat. Langkah ini diambil guna menjamin keselamatan pengendara di tengah cuaca ekstrem yang masih membayangi Ibu Kota.
"Untuk penanganan sekarang, kita lakukan perbaikan sementara, karena masih potensi hujan," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapudatin) Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 27 Januari 2026.
Siti menjelaskan bahwa perbaikan permanen baru akan dilaksanakan setelah cuaca di Jakarta kembali normal. Hal ini bertujuan agar material aspal yang digunakan dapat menyatu dengan sempurna dan memiliki daya tahan yang lebih lama.
"Jadi hasil perbaikannya bisa lebih permanen juga," tambah Siti.
.jpg)
Petugas Dinas Bina Marga DKI Jakarta menambal lubang di Jalan Daan Mogot kilometer (KM) 12, Jembatan Gantung, Jakarta Barat. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Secara teknis, Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Jakarta Barat, Khairul Imam, merinci bahwa puluhan titik kerusakan tersebut tersebar di sejumlah jalur protokol dan jalan raya utama. Lokasi tersebut di antaranya berada di Jalan Daan Mogot, Jalan Raya Panjang, Jalan S. Parman, dan Jalan Raya Joglo.
Kondisi ini sejalan dengan pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang sebelumnya menyebut curah hujan tinggi sebagai kendala utama pemeliharaan infrastruktur jalan. Hujan deras yang mengguyur secara berulang membuat lapisan aspal tergerus air hingga memicu kerusakan yang membahayakan.
"Sehingga mengakibatkan kerusakan berupa retakan hingga berlubang pada badan jalan," ujar Pramono.